AUTICS Menyulap Energi Panas Knalpot dan Matahari Menjadi Charger

 
 
Jakarta, Humas LIPI. Bertambahnya penduduk membawa sejumlah permasalahan baru termasuk lingkungan. Mobilitas manusia yang semakin tinggi membuat penggunaan kendaraan bermotor sebagai kendaraan pribadi semakin meningkat. Akibatnya, asap kendaraan bermotor menjadi sumber polusi udara yang berdampak negatif bagi lingkungan. Energi panas buangan yang tidak terpakai ini keluar melalui knalpot pada motor.

Jasmine Kurniawan siswi dari MAN 4 Jakarta dan Adlina Burhanudin siswi Zamzam Syifa Boarding School mengubah energi yang tidak terpakai ini menjadi hal yang bermanfaat. Di tangan kedua siswi ini, dihasilkan inovasi yaitu pengisi daya baterai (charger) handphone yang berasal dari energi panas buangan pada kendaraan bermotor (knalpot) dan panas matahari menjadi energi listrik.

Inovasi yang bernama AUTICS atau Auto Charging Thermoelectric Solar berhasil menghantarkan kedua sisiwi tersebut meraih penghargaan Gold Medal kategori Green Technology dalam penyelenggaraan Virtual International Exhibition for Young Inventor (IEYI) 2020.

Jasmine menjelaskan, AUTICS memiliki cara kerja yakni energi buang kendaraan bermotor diubah menjadi energi listrik dengan menggunakan termoelektrik yang lebih pucat, sedangkan panel surya mengubah energi matahari menjadi energi listrik. “Dengan dua alternatif sumber tersebut, AUTICS sebagai pengisi daya ponsel dapat dioperasikan secara maksimal, efisien, dan ramah lingkungan,” ungkapnya.

Adlina menambahkan, listrik yang dihasilkan disesuaikan dengan kebutuhan ponsel, sehingga alat ini aman digunakan”, jelasnya. Ia menyebutkan, perangkat tersebut juga dilengkapi dengan teknologi auto cut-off untuk memutus energi jika energi listrik yang dihasilkan melebihi daya dukung AUTICS. Kedua inventor muda yang telah mendapatkan bimbingan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ini mengharapkan AUTICS dapat dipasang sebagai mobile charger bagi para pengendara sepeda motor, khususnya pengemudi ojek online yang membutuhkan telepon selulernya selama bekerja seharian.

Adlina mengatakan, AUTICS mempunyai keunggulan sebagai inovasi yang ramah lingkungan. “Alat ini berpotensial untuk menghasilkan listrik dengan memanfaatkan limbah panas sepeda motor yang ramah lingkungan dan teknologi bersih. Selain itu, market demand dan dapat memberikan kontribusi sosial untuk pengemudi online Indonesia”, paparnya.

Selama empat bulan proses pembuatan alat ini, Jasmine dan Adlina berhati-hati dalam menentukan material yang akan digunakan. “Kami mendapati tantangan saat getting the ideas dan looking for the right materials,” jelas Jasmine. Ke depan, keduanya akan mengembangkan inovasi mereka dengan mematenkannya, membuat smaller prototype, dan membuat business plan untuk dapat diproduksi masal sehingga dapat dimanfaatkan pengguna. (hm/ ed: drs)
 
 
 
 
 


Sivitas Terkait : Yani Ruhyani
Diakses : 587