Diplomasi Maritim Kunci Jaga Kedaulatan Bangsa

 
 
Jakarta, Humas LIPI. Isu kemaritiman menjadi sorotan utama belakangan ini, terutama adanya benturan perbedaan kepentingan dan pelaku yang telibat di dalamnya. Untuk menghadapi tantangan ini, Indonesia harus memiliki diplomasi maritim yang bagus guna menjaga kepentingan dan kedaulatan bangsa.

“Indonesia sebagai salah satu pemain utama harus bisa mendesain komunikasi politik dalam bentuk diplomasi maritim yang sesuai dengan isu yang terjadi dan berani berinovasi. Ini guna menjaga kepentingan bangsa di tingkat internasional,” kata Tri Nuke Pudjiastuti, Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK) LIPI saat membuka ”National Seminar On Maritime Diplomacy” pada Rabu (25/1) di Jakarta.
 
Nuke katakan, Indonesia diharapkan bisa belajar dari negara lain seperti Jepang dalam menghadapi permasalahan dan membangun sektor maritim untuk kedaulatan bangsa. Sektor maritim dibangun dengan kerjasama yang baik dengan berbagai aktor terkait, baik di Indonesia maupun internasional.
 
Adriana Elisabeth, Kepala Pusat Penelitian Politik LIPI mengungkapkan, LIPI melalui Pusat Penelitian Politik saat ini sedang bekerjasama dengan Jepang untuk melakukan riset bersama terkait isu diplomasi maritim. Dengan kerjasama tersebut, diharapkan Indonesia memiliki referensi kebijakan diplomasi maritim yang baik.
 
Ketika Indonesia sudah memiliki kebijakan diplomasi maritim yang baik, lanjutnya, maka pemerintah akan mudah mewujudkan visi Indonesia sebagai poros maritim dunia. “Diplomasi maritim akan berjalan dengan baik apabila mempertimbangkan kemampuan intelektual untuk mengidentifikasi isu terkait keamanan maritim, manajemen kelautan, terorisme dan investasi maritim. Hal tersebut penting agar Indonesia dapat menjaga kedaulatan bangsa di kancah dunia,” pungkasnya. (lyr/ed:pwd)

Sumber : Biro Kerja sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Dr. Tri Nuke Pudjiastuti M.A.