Dukung Pembangunan Berkelanjutan di NTB, LIPI Bangun Kebun Raya Lombok

 
 
Mataram, Humas LIPI. Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mempunyai potensi pertanian, wisata, dan pertambangan yang menjadi penopang utama pendapatan daerah.“Saat ini kami mulai fokus untuk menjalankan pola pembangunan berkelanjutan dengan memperhatikan kelangsungan kelestarian lingkungan,” ujar Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin di Mataram, NTB pada Selasa (31/7) lalu. Menurut Amin, isu lingkungan menjadi salah satu permasalahan yang terus mengemuka seiring masifnya pembangunan infrastruktur fisik.

Sebagai bentuk dukungan pada pembangunan berkelanjutan di NTB, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sejak tahun 2008 mulai menginisiasi desain masterplan pembangunan Kebun Raya Lombok yang berlokasi di Suela, Lombok Timur, sekitar 60 kilometer dari Bandara Internasional Lombok. Lalu pada tahun 2013 secara resmi didirikan Unit Pelaksana Teknis Dinas Kebun Raya Lombok. “Kebun Raya Lombok merupakan kebun raya tematik untuk konservasi tumbuhan dari Kepulauan Sunda Kecil yang meliputi  pulau Lombok, Bali, Sumbawa, Sumba, Flores, sampai Timor,” jelas Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya LIPI, Didik Widiyatmoko.

Kebun Raya Lombok menempati lahan seluas 125 hektar dengan kontur tanah berbukit rendah. “Sampai tahun ini Kebun Raya Lombok memiliki 1981 koleksi yang terdiri dari 282 jenis, 267 marga, 35 suku, dan 177 spesies,” terang Didik. Beberapa koleksi khas kebun raya yang terletak di kawasan Geopark Rinjani ini adalah Durian gundul dan buah Juwet yang merupakan buah lokal khas NTB. “Koleksi ini berada di Taman Buah Lokal yang merupakan taman tematik untuk 35 spesies tanaman buah-buahan lokal,” jelas Didik.



Selain itu Kebun Raya Lombok juga mempunyai koleksi anggrek endemik Vanda lombokensis. “Anggrek ini adalah hasil eksplorasi di hutan lindung Sembalun pada tahun 2013,” jelas Cindy Yoeland Violita, tenaga pendamping pembangunan kebun raya daerah. Koleksi anggrek di Kebun Raya Lombok sendiri sampai saat ini tercatat sebanyak 484 spesimen dari 41 marga dan 60 spesies.



Beberapa fasilitas lain yang tersedia di kebun raya yang akan diresmikan pada tanggal 8 Agustus mendatang adalah Taman Amphiteatre, Rumah Kompos, Rumah Pembibitan serta fasilitas penunjang lainnya. (fza/ed: dig)
Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Dr. Didik Widyatmoko M.Sc.