Fasilitas Riset CPOTB LIPI Dibangun untuk Tingkatkan Mutu Obat Tradisional

 
 
Tangerang Selatan, Humas LIPI. Permasalahan yang kerap terjadi dalam memproduksi obat tradisional yakni terbatasnya fasilitas laboratorium yang sesuai  dengan standar Cara Pembuatan Obat Tradisonal yang Baik (CPOTB). Inilah yang dicermati oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Kimia.
 
LIPI melihat bahwa perlu ada fasilitas riset yang mumpuni untuk standar CPOTB agar mutu obat tradisional lebih baik lagi. Oleh karena itu, dalam rangka mendukung fasilitas riset pengembangan obat tradisional, LIPI melakukan pembangunan fasilitas pengembangan obat tradisional dengan standar CPOTB dimana peletakan batu pertamanya pada Kamis (8/3/2018) lalu di Pusat Penelitian Kimia LIPI, kawasan Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan, Banten.
 
Plt Kepala LIPI, Bambang Subiyanto, mengatakan bahwa fasilitas riset yang dibangun ini diharapkan dapat menghadirkan standar CPOTB yang bisa menarik dunia industri dan membantu Usaha Kecil Menengah (UKM) dalam memproduksi obat tradisional agar memiliki kualitas baik dan dapat bersaing. “Pembangunan fasilitas riset ini adalah komitmen LIPI untuk mendorong daya saing obat tradisional Indonesia supaya tidak kalah bersaing dengan negara lain,” tuturnya.
 
Dengan adanya fasilitas tersebut, lanjut Bambang, diharapkan pula nantinya memudahkan berbagai riset tentang obat tradisional untuk penyembuhan berbagai penyakit, seperti  diabetes, darah tinggi, jantung, dan lain sebagainya. “Keberadaan fasilitas ini tentunya akan sangat bermanfaat untuk masyarakat,” ungkap Bambang.
 
Agus Haryono, Kepala Pusat Penelitian Kimia LIPI menambahkan, proses pembangunan fasilitas riset CPOTB saat ini baru sekitar 8,54 persen dan direncanakan selesai pada Agustus 2018. “Laboratorium ini nantinya akan dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas untuk riset farmasi dan kesehatan,” terangnya.
 
Dia berharap, kehadiran fasilitas riset tersebut diharapkan mampu menjawab permasalahan obat tradisional yang terkendala untuk masuk ke industri. Selain itu, juga memudahkan pelaku usaha obat tradisional untuk memiliki sertifikat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). “Laboratorium CPOTB sendiri akan sesuai dengan standar dari BPOM, sehingga kualitas obat yang dihasilkan tentu terjamin untuk dikonsumsi masyarakat,” tutupnya. (lyr/ed: pwd,dig)



 

Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Dr. Agus Haryono M.Sc.