Identifikasi Jenis Kayu Lebih Mudah Lewat Aplikasi Smartphone

 
 
Bandung, Humas LIPI. Permintaan identifikasi kayu terus meningkat dari berbagai pihak terkait seperti bea cukai, penegak hukum, maupun industri perkayuan. Sementara identifikasi jenis kayu biasanya hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang sudah paham jenis dan sifat kayu. Padahal pengidentifikasian jenis kayu merupakan hal penting terutama dalam konservasi dan  perniagaan kayu. Kolaborasi riset Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Informatika, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan , dan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi  menghasilkan inovasi Alat Identifikasi Kayu Otomatis (AIKO).

AIKO merupakan aplikasi berbasis Android yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi jenis kayu dalam hitungan detik. “Hasil identifikasi kayu diperoleh dengan melakukan klasifikasi terhadap citra makroskopis permukaan tampag lintang kayu,” ujar Esa Prakasa dari Pusat Penelitian Informatika LIPI.

Untuk dapat menggunakan AIKO, pengguna memerlukan smartphone dengan resolusi kamera di atas delapan megapixel, aplikasi AIKO yang sudah terpasang, dan lensa pembesar tambahan yang dipasang di smartphone.  “Setelah aplikasi AIKO terpasang dan lensa tambahan terpasang, kamera diarahkan ke tampang lintang kayu yang sudah dikikis sedikit permukaannya,” terang Esa.

Gambar yang diperoleh akan dikirimkan ke server High Performance Computer  LIPI untuk selanjutnya dilakukan klasifikasi jenis kayu dengan menggunakan algoritma deep learning yang sudah terlatih mengenai berbagai jenis kayu sesuai data identitas kayu yang tersimpan di Xylarium Bogoriense milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. “Hasil klasifikasi kemudian dikirimkan kembali ke aplikasi AIKO. Pengguna pun dapat melihat informasi nama ilmiah, berat jenis, kelas kuat, kelas awet, klasifikasi perdagangan, dan rekomendasi penggunaan, dan foto acuan yang disertakan,” jelasnya.

Dengan menggunakan AIKO, identifikasi kayu dapat dilakukan dengan cepat dan mudah. Pengguna AIKO cukup memahami penampang kayu untuk memastikan letak tampang lintang kayu. “Dengan menggunakakan AIKO, secara tidak langsung akan terkumpul data-data citra permukaan kayu dalam jumlah yang besar dari pengguna. Data-data tersebut dapat digunakan untuk melatih ulang sistem agar mempunyai akurasi identifikasi yang lebih baik,” ujar Esa.  (sr/ed: fz)
Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Dr Esa Prakasa M.T.
Diakses : 202