Inovasi LIPI untuk Masalah Fundamental Manajemen Riset

 
 

Jakarta, Humas LIPI. Upaya transformasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dijalankan untuk berinovasi dalam memperbaiki masalah fundamental manajemen riset, yaitu sumber daya manusia (SDM), infrastruktur, dan anggaran. “Dalam implementasi komitmen Reformasi Birokrasi, transformasi LIPI telah berhasil meningkatkan kinerja SDM dan efisiensi alokasi anggaran,” tutur Kepala LIPI Laksana Tri Handoko, Rabu (13/1).

Handoko menguraikan “Belanja anggaran 2021 akan lebih fokus digunakan untuk belanja penelitian,” terang Handoko. “Anggaran penelitian digeser ke sumber eksternal dengan memanfaatkan SDM dan infrastruktur unggul. SDM unggul diperoleh dengan insentif infrastruktur, renumerasi dan ekosistem, sementara infrastruktur unggul diperoleh dari realokasi anggaran,” jelas Handoko.

Dalam paparannya, Handoko menekankan efisiensi anggaran dalam belanja operasional perlu didukung dengan peningkatan SDM. “ASN (Aparatur Sipil Negara) sekarang harus professional, tidak bisa hanya mengandalkan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja negara),” ujarnya. Menurut Handoko, LIPI siap meningkatkan pendapatan rupiah murni berupa dana eksternal untuk mendukung operasional dan pemeliharaan infrastruktur riset tanpa APBN. “Kita harus kreatif mencari sumber dana dari eksternal melalui optimalisasi aktifitas dan konten riset,” tuturnya.

“Kita semua adalah SDM Manajemen Iptek yang bertugas melayani, memfasilitasi dan menyelesaikan masalah para pelaksana penelitian. Kita tidak melakukan pekerjaan Iptek,” imbuh Handoko. “Bagus tidaknya pekerjaan LIPI bergantung pada pekerjaan peneliti,” tegasnya. Ia menambahkan, pimpinan dan koordinator program di unit kerja berperan sebagai mediator antara kelompok penelitian dan penelitinya dengan dengan kuasa pengguna anggaran (KPA). “… karena pimpinan di unit kerja masing masing yang paling mengetahui substansi, pengelolaan anggaran, dan pengelolaan riset,” jelasnya.

Dengan evaluasi dan re-evaluasi kinerja sepanjang tahun 2020, Handoko mengungkapkan LIPI menargetkan rasio SDM 2024 yaitu 3:1 antara SDM Iptek dan SDM Manajemen Iptek dengan kualifikasi SDM Iptek lulusan Strata-3/S-3. SDM Manajemen Iptek pun akan terus didorong untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi dan meningkatkan kompetensi sesuai bidang. Penaataan SDM tersebut diharapkan agar LIPI mampu berkinerja lebih unggul, efektif-efisien, dan berstandar internasional sebagai lembaga riset Indonesia. “Selain itu, LIPI juga akan terus meningkatkan kolaborasi baik nasional maupun internasional,” terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Utama LIPI, Nur Tri Aries Suestiningtyas, menyebut peningkatan kinerja SDM sangat bergantung pada kolaborasi instansi pembina, unit kerja penanggung jawab Reformasi Birokrasi dan para agen perubahan di lingkungan LIPI, serta penyesuaian proses bisnis yang berubah seiring dengan transformasi LIPI.

“Perbaikan indeks profesionalitas ASN LIPI dan indeks pengembangan sistem merit, yaitu sistem informasi SDM, sangat penting," kata Nur. (iz, drs/ ed:drs)
 
Sumber : Humas LIPI

Sivitas Terkait : Dr. Laksana Tri Handoko M.Sc.
Diakses : 802