International Officers Miliki Peran Penting Perkuat Jejaring Internasional

 
 
Kyoto, Humas LIPI. International officers atau kerap disebut pelaksana administratif berskala internasional memiliki peran penting dalam memperkuat dan membangun jejaring kerja sama internasional. Peran ini terlihat terutama untuk menunjang hubungan yang berkesinambungan antara suatu institusi dengan mitra terkaitnya. Hal inilah yang mengemuka dalam The 12th University Administrators Workshop (UAW) yang digelar pada 8-9 Februari 2016 di Kyoto University, Kyoto, Jepang. Delegasi dari 33 universitas dan lembaga riset di Asia hadir dalam kegiatan tersebut, termasuk pula delegasi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
 
“Kegiatan ini ditujukan untuk memperdalam pemahaman tentang isu-isu internasional terkini seputar pendidikan, serta untuk mempromosikan jejaring di antara pegawai administratif universitas dan lembaga riset di Asia,” ujar Kayo Inaba, Executive Vice President for Gender Equality, International Affairs, and Public Relations Kyoto University dalam pembukaan acara tersebut, Rabu (8/2).
 
Kayo meyakini bahwa international officers memiliki peran yang sangat penting dalam membangun jejaring kehumasan yang berskala internasional (International Public Relations/IPR). Selain membangun reputasi internasional dalam bidang akademis, riset, dan pelayanan, IPR juga dapat menarik minat lembaga donor, baik domestik maupun internasional. “Saya berharap semua peserta memanfaatkan ajang ini untuk berbagi pengalaman dan menjalin kerja sama yang lebih luas lagi,” tutur Kayo.
 
Sementara itu, Kepala Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI, Nur Tri Aries Suestiningtyas yang juga merupakan salah satu delegasi LIPI dalam kegiatan tersebut mengatakan, IPR memiliki peran penting dalam membangun reputasi dan citra lembaga. Salah satu upayanya adalah membangun dan menjaga hubungan dengan media.
 
Hubungan dengan media ini adalah salah satu hal yang perlu selalu ditingkatkan.  “Ketika pemberitaan di media bagus, citra institusi tentu akan terangkat yang diharapkan berdampak pada peningkatan jumlah jejaring di tingkat nasional dan internasional,” ujarnya.
 
Menurut Nur, untuk menjadi IPR yang aktif di kancah internasional, kemampuan berbahasa asing merupakan modal dasar. “Kita juga harus lebih jeli melihat sarana, saat ini media sosial menjadi alat yang sangat efektif dan berdampak global,” jelas Nur.
 
Ia menambahkan, institusi juga harus aktif dalam asosiasi dan jejaring internasional, serta meningkatkan kerja sama dengan swasta. “Dampaknya bisa dilihat dari ranking institusi, analisis website, serta analisis pemberitaan media yang diharapkan juga dapat berpengaruh pada peningkatan jumlah kerjasama institusi ke depan” tutupnya. (msa/ed: pwd,isr)

Sumber : Biro Kerja sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Rr Nur Tri Aries Suestiningtyas S.IP., M.A.