Kebun Raya Balangan Diharapkan Tambah Kekayaan Koleksi Tumbuhan Indonesia

 
 
Balangan, Humas LIPI. Inisiasi pembangunan Kebun Raya Balangan, Kalimantan Selatan telah terjalin secara serius antara Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dengan Pemerintah Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. Bukti nyata hal tersebut adalah adanya penandatanganan Nota Kesepahaman antara kedua belah pihak terkait implementasi pembangunan Kebun Raya Balangan.
 
Ke depan, Kebun Raya Balangan diharapkan mampu menambah kekayaan koleksi tumbuhan Indonesia. “Kami berharap kekayaan koleksi kebun raya Indonesia akan bertambah terutama dari tipe ekoregion Hutan Hujan Pamah (dataran rendah) Kalimantan,” ungkap Enny Sudarmonowati, Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati di sela-sela penandatanganan Nota Kesepahaman bersama dengan Bupati Balangan, Ansharuddin, di lokasi rencana Kebun Raya Balangan belum lama ini.
 
Dikatakannya, salah satu kebun raya di Kalimantan Selatan ini akan menjadi bukti kepedulian pemerintah daerah terhadap konservasi dan penghargaan kepada lingkungan ditengah kenyataan bahwa sektor pertambangan telah mengikis keberadaan hutan. “Kendati pertambangan menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang cukup besar, namun konservasi tetap harus dijalankan dengan memanfaatkan potensi yang ada lewat penelitian, pengembangan, dan pemanfaatan iptek sumber daya hayati yang ada,” tekan Enny.
 
Ansharuddin berharap, komitmen Pemkab Balangan terhadap pembangunan kebun raya ini mendapat dukungan luas dari masyarakat dan juga berbagai pihak terkait. Selain sebagai area konservasi, pihaknya berharap Kebun Raya Balangan juga mampu mengangkat dan menggerakkan potensi ekonomi masyarakat sekitarnya.
 
Sekedar diketahui, Kebun Raya Balangan merupakan salah satu di antara belasan lokasi calon kebun raya dalam tahap proses inisiasi. Sepanjang 2014 hingga April 2017, tercatat ada 26 usulan kebun raya baru dari unsur pemerintah daerah. Dari usulan tersebut, terdapat lima lokasi yang telah selesai untuk tahap master plan, empat lokasi sedang dalam penyusunan master plan pada tahun ini, dan sisanya masih dalam tahap proses inisiasi.
 
Selain itu, telah dilakukan pencanangan bersama antara LIPI, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta sejumlah kepala daerah untuk membangun kebun raya daerah. Setiap tahun diharapkan minimal dua kebun raya dapat di-launching dan dua kebun raya baru diinisiasi pembangunannya.
 
Sebagai catatan pula bahwa hingga saat ini terdapat 32 kebun raya yang ada di Indonesia, lima kebun raya dikelola oleh LIPI, 26 kebun raya dikelola oleh pemerintah daerah, dan satu kebun raya dikelola oleh perguruan tinggi. (dnh/ed: pwd)

Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Prof. Dr. Enny Sudarmonowati