Kebun Raya Indrokilo Boyolali Resmi Dibuka

 
 

Boyolali, Humas LIPI. Setelah pembangunan selama empat tahun, Kebun Raya Indrokilo Boyolali resmi dibuka untuk masyarakat. Peresmian dilakukan pada Jum’at (3/5) oleh Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Enny Soedarmonowati dan Bupati Boyolali, Seno Samodro di Kebun Raya Indrokilo Boyolali, Kemiri, Mojosongo, Boyolali, Jawa Tengah. “LIPI merasa bangga dengan peresmian Kebun Raya Indrokilo Boyolali sebagai Kebun Raya Daerah ke-12 di Indonesia  sekaligus menjadi bukti peningkatan penguatan upaya konservasi,” ujar Enny.

Enny menjelaskan, pembangunan Kebun Raya ini diusulkan Bupati Boyolali, Seno Samodro kepada Kepala LIPI pada tahun 2015. Setelah ditindaklanjuti dengan survei dan setelah dinyatakan memenuhi syarat kemudian dibuatlah master plan. “Hanya perlu empat tahun sejak inisiasi, Kebun Raya Indrokilo Boyolali dapat dibuka untuk umum. Tergolong tercepat seperti Kebun Raya Banua di Kalimantan Selatan,” jelasnya.

Ia menjelaskan, pada tahun 2019 ini tiga Kebun Raya direncanakan akan diresmikan yaitu Kebun Raya Indrokilo Boyolali, Kebun Raya Jagatnatha Jembrana, dan Kebun Raya Kendari. “Selain itu, juga ada 4 Kebun Raya yang sedang diinisiasi, yaitu Kebun Raya Sigi Sulawesi Tengah, Kebun Raya Wolobobo Ngada Nusa Tenggara Timur, Kebun Raya Balingkang Bangli Bali, dan Kebun Raya Gunung Tidar Kota Magelang,” paparnya.

Kebun Raya Indrokilo Boyolali mengusung tema konservasi tumbuhan hutan hujan dataran rendah Jawa bagian timur. Saat ini Kebun Raya seluas 9,35 hektare ini mempunyai jumlah koleksi tumbuhan tertanam di kebun sebanyak 987 spesimen yang terdiri dari 60 famili, 92 genera dan 113 spesies. Sebanyak 80 spesimen di antaranya masih merupakan spesies yang belum teridentifikasi.

Kebun Raya Indrokilo Boyolali dilengkapi oleh taman tematik seperti Taman Tematik Buah Lokal, Taman Paku-pakuan, Taman Labirin, Taman Koleksi Tanaman Obat, dan Taman Koleksi Bambu. Juga terdapat bangunan-bangunan ikonik seperti  Gerbang Utama Pasingsingan, Patung Mahesa Jenar, Embung Segara Alit, dan Air Terjun Niagara.

Bupati Boyolali Seno Samodro berharap keberadaan Kebun Raya Indrokilo Boyolali ini selain sebagai obyek wisata juga dapat memberi jasa lingkungan dan konservasi. “Kami bekerja sama dengan LIPI ingin menjaga lingkungan dan mewariskan mata air di wilayah ini. Marilah kita wariskan mata air, bukan air mata kepada generasi penerus,” ujar Seno. Dirinya menjelaskan, untuk menarik minat pengunjung pihaknya akan membangun replika bahtera Nabi Nuh sepanjang 38 meter yang akan dihiasi mural seniman-seniman Boyolali.

Acara peresmian Kebun Raya Indrokilo Boyolali kemudian ditandai dengan penanaman pohon Baringtonia asiatica (keben) dan Dracontomelon dao (dahu) dan dilanjutkan tour keliling area Kebun Raya Indrokilo Boyolali. (scy, dnh/ed: fza)


Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Prof. Dr. Enny Sudarmonowati