Kembangkan Teknologi ‘Molecular Architectonics’, LIPI Gandeng Osaka University Jepang

 
 
Osaka, Humas LIPI. ‘Molecular architectonics’ atau molarch adalah teknologi baru yang belum banyak dikembangkan para pakar dunia. Teknologi molekuler tingkat lanjut ini ke depan akan sangat berguna bagi industri, terutama elektronik, sensor, optikal, medik, pemrosesan informasi, hingga energi. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) terpacu untuk mengembangkan teknologi molarch ini dengan menggandeng Osaka University, Jepang.
 
Langkah konkritnya adalah inisiasi dari Kepala Pusat Penelitian Metalurgi dan Material (P2 MM) LIPI, Dr.-Ing. Andika W Pramono untuk membangun kerjasama dengan Graduate School of Science universitas tersebut dalam pengembangan teknologi itu. Inisiasi tersebut terwujud dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kepala P2 MM LIPI dengan Dekan Graduate School of Science, Osaka University di Jepang pada Kamis (9/3) lalu.
 
Pengembangan molarch oleh sejumlah peneliti LIPI merupakan sejarah baru dan pertama kalinya bagi Indonesia. Dijelaskan Andika, “Molarch merupakan suatu bidang ilmu skala nano yang mengacu pada manifestasi fungsi elektronik, optikal, serta pemrosesan informasi yang diatur melalui penyusunan struktur di tingkat molekul, layaknya susunan kolom atau pilar serta tulangan baja pada suatu bangunan besar. Aplikasi molarch ini juga bisa digunakan ke energi, seperti photocatalytic maupun photovoltaic device”.
 
Penelitian dan pengembangan molarch di Jepang telah melalui tiga periode penting. Periode pertama sampai dengan 2000, berisi aktifitas pengukuran pada lapisan tipis molekul tunggal (single-molecule layer). Periode kedua pada 2001 – 2012, didominasi oleh upaya-upaya analisa kuantitatif dari apa yang dilakukan pada periode pertama. Periode ketiga pada 2013 sampai dengan sekarang adalah saatnya mengonstruksi beberapa molekul menjadi suatu grup atau blok yang memiliki fungsi tertentu atau fungsi kombinasi. “Implementasi molarch ke depannya akan mencakup bidang elektronik, sensor, dan medik,” kata Andika.
 
Dr. Murni Handayani adalah peneliti LIPI pertama yang berkesempatan mengalami periode kedua dan ketiga selama masa studinya di Osaka University. Melalui kiprah saintifiknya, Murni bersama dua orang peneliti LIPI lainnya di Osaka University menjadikan LIPI sebagai institusi Litbang pertama di Indonesia yang secara intensif berkecimpung di bidang molarch.
 
Ke depan, kerjasama molarch antara LIPI dengan Osaka University akan lebih ditingkatkan melalui mekanisme pertukaran peneliti, studi S2 dan S3, kolaborasi riset, serta tidak menutup kemungkinan pembentukan pusat unggulan iptek serta twin laboratories.
 
Takuji Ogawa,  profesor dari Graduate School of Science, Osaka University, sangat gembira dan mendukung adanya kerjasama ini. Peneliti muda LIPI diharapkannya dapat melakukan penelitian dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia di Osaka University. Untuk diketahui, Ogawa adalah fasilitator peneliti LIPI dalam mengembangkan science enginering di Osaka University.
 
Murni pun merasakan betul manfaat kerjasama antara kedua institusi Jepang dan Indonesia tersebut. Sebagai orang yang menekuni molarch sangat dirasakan perlunya sarana yang mumpuni untuk mengembangkan teknologi ini. Di Indonesia belum dapat dilakukan. “Kami sangat mengharapkan dengan kerjasama ini segala fasilitas yang tersedia di Osaka University dapat kita manfaatkan untuk kemajuan ilmu pengetahuan yang akan kita terapkan di Indonesia,” tutup Murni. (P2 MM, isr)

Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Dr-Ing Andika Widya Pramono M.Sc.