Kepala BRIN Pimpin Apel Pagi Pertama di Masa Transisi

 
 
Jakarta, Humas BRIN. Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan bahwa struktur BRIN secara formal telah dibentuk sesuai dengan Peraturan BRIN No 1 tahun 2021, sebagai amanat dari Perpres No 78 tahun 2021 tentang BRIN. “Struktur BRIN terdiri dari 10 Pejabat Tinggi Madya dan 45 Pejabat Tinggi Pratama yang terdiri dari 3 Inspektur, 41 Direktur dan satu Direktur Politenik. Sedangkan untuk Jabatan Pimpinan Tinggi Madya terdiri dari 1 Wakil Kepala, 1 Sekretaris Utama, 1 Inspektur Utama dan 7 Deputi ditambah dengan 3 Pejabat Administrator. Selain itu ada belasan organisasi riset (OR) dengan pusat riset di bawahnya,” urainya saat memimpin Apel Pagi kali pertama selama masa Transisi di lingkungan BRIN (1/9).
 
Dalam kesempatan tersebut, LTH menegaskan bahwa seluruh Pelaksana Tugas (Plt) yang telah ditugaskan untuk dapat langsung menempati posisi dan bekerja sesuai dengan tusinya. “Proses seleksi terbuka akan segera dilaksanakan dalam tiga tahap. Pertama, akhir bulan ini akan mulai diumumkan. Kemudian yang kedua itu paling lambat Desember. Ketiga, paling lambat bulan Maret 2022. Seluruh civitas BRIN yang memenuhi persyaratan agar dapat mengikuti seleksi terbuka tersebut,” tuturnya.
 
Struktur OR yang saat ini ada tujuh, sifatnya masih tentatif sesuai dengan kesepakatan bersama dengan Tim Kelembagaan Kementerian PANRB. Finalisasi Struktur OR akan dilakukan setelah ada kejelasan unit litbang K/L beserta program dan anggaran yang akan diintegrasikan ke BRIN paling akhir pada Oktober 2021.
 
Lebih lanjut LTH menjelaskan bahwa riset secara legal ketatabahasaan norma hukum di BRIN adalah untuk merepresentasikan aktivitas litbangjirap. “Jadi bukan hanya penelitian saja melainkan aktivitas penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan sehingga namanya organisasi riset. Sedangkan inovasi adalah outcome dari aktivitas riset yang menghasilkan output invensi,” tegasnya.  “Output dari riset mendorong pemanfaatannya untuk masyarakat, negara dan ekonomi riil yang disebut sebagai inovasi. Seluruh organisasi di BRIN namanya adalah organisasi riset bukan organisasi riset dan inovasi.  BRIN sebagai badan untuk menaungi aktivitas riset sekaligus mendorong penciptaan invensi yang menjadi inovasi,” jelasnya.
 
Sebelum menutup arahan, LTH menyampaikan bahwa tahun depan, pengelolaan anggaran tidak lagi berbasis proyek riset, tetapi rumah program. “Infrastruktur akan dibiayai tersendiri, bukan dibiayai dari proyek riset. Penyediaan dan pemeliharaan infrastruktur riset melalui Deputi Infrastruktur. Rumah program akan dikelola oleh para Deputi dan Kepala OR sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA),” pungkasnya. (frw/ ed: drs)
 
Sumber : Humas LIPI

Sivitas Terkait : Yani Ruhyani
Diakses : 2029