Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Iptek Perlu Dioptimalisasikan

 
 
Jakarta, Humas LIPI. Di sektor iptek, peran kaum laki-laki memang masih dominan jika dibandingkan dengan kaum perempuan. Kendati pemerintah telah berupaya untuk kesetaraan gender, namun upaya tersebut perlu dioptimalisasikan lagi.
 
Agar mencapai kesetaraan gender dalam iptek, peneliti Pusat Penelitian Perkembangan Iptek (Pappiptek) LIPI, Wati Hermawati, mengatakan bahwa dibutuhkan kerja sama atau sinergi antar pihak untuk mengoptimalkan upaya untuk kesetaraan gender tersebut.
 
“Pemerintah sudah berusaha untuk mewujudkan kesetaraan gender dalam iptek maupun berbagai sektor lain. Hanya saja perlu lebih sinergi lagi. Jangan hanya berjalan sendiri-sendiri. Misalnya, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak berjalan sendiri tanpa ada mitra dengan kementerian yang lain atau dengan stakeholder yang lain, tentu akan sulit untuk mewujudkan kesetaraan gender,” terangnya saat berbicara dalam Media Briefing “Gender dan Iptek” di Media Center LIPI Jakarta, Jumat (16/3/2018).


 
Selain sinergi, Wati katakan, upaya lain sebenarnya telah ada seperti salah satunya adalah dengan Instruksi Presiden No. 9 yang dikeluarkan pada tahun 2000 tentang pengarusutamaan gender dalam pembangunan nasional. Namun demikian, adanya peraturan itu masih belum optimal dalam implementasinya dan perlu didorong agar lebih maksimal lagi.
 
“Kami sudah melihat kemajuan yang cukup pesat dalam program pembangunan berperspektif gender yang dibuat oleh pemerintah. Namun, tetap ada sedikit ketimpangan yang masih terjadi sehingga kami tim peneliti LIPI membuat kajian yang tertuang dalam buku yang diluncurkan kali ini sebagai masukan bagi pemerintah,” tuturnya.
 
Untuk diketahui, sebagai upaya optimalisasi kesetaraan gender perempuan dalam iptek, tim peneliti LIPI meluncurkan buku dengan judul “Gender dalam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi: Perkembangan, Kebijakan, dan Tantangannya di Indonesia”.
 
Chichi Shintia Laksani, Peneliti Pappiptek LIPI lainnya menjelaskan, buku yang diluncurkan ini mengupas fakta bahwa wanita memiliki ketertarikan pada sektor iptek yang lebih rendah dibanding pria. “Alasannya terkait sikap umum yang ada dimasyarakat seperti perempuan hanya kerja di rumah dan perempuan harus dilindungi. Hal inilah yang harus kita cari titik seimbang untuk mencapai kesetaraan yang berkeadilan,” tutupnya. (lyr/ed: pwd,dig)

 
Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Dra. Wati Hermawati MBA.