Kolaborasi LIPI – Springer Tingkatkan Aksebilitas Publikasi Ilmiah

 
 
Publikasi hasil-hasil penelitian bukan sekadar menggugurkan kewajiban proses akhir dari kegiatan penelitian bagi seorang peneliti. Publikasi juga terkait pemenuhan hak publik untuk mendapatkan akses ilmu dan pengetahuan melalui publikasi yang berkualitas sesuai kaidah yang dipersyaratkan. Selain itu, publikasi ilmiah juga merupakan upaya ‘soft diplomacy’ yang cukup efektif untuk mendorong hasil penelitian untuk penerapan kebijakan publik. Untuk meningkatkan kemudahan akses publik terhadap publikasi ilmiah, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bersama Springer Book Publishing akan mengadakan kegiatan LIPI-Springer Book Publisihing Forum 2019, pada Senin, 25 Juni 2019 di Jakarta.
 
Jakarta, 25 Juni 2019. Publikasi hasil penelitian, baik dalam bentuk buku, artikel jurnal, prosiding maupun policy paper, merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan penelitian. “Prinsip, kaidah, etika dan ketentuan formal suatu publikasi ilmiah yang baik juga terus dipenuhi,” ujar Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko.
 
Handoko menjelaskan, tuntutan publikasi ilmiah Indonesia di tingkat global juga memerlukan adanya peran serta kehadiran negara melalui substansi publikasi yang terverifikasi secara kaidah yang memenuhi kebutuhan pemangku kepentingan, baik pemerintah, komunitas ilmiah, maupun masyarakat umum.. “Sebagai bagian dari LIPI, Balai Media dan Reproduksi LIPI-LIPI Press hadir sebagai rujukan penerbitan ilmiah nasional,” terang Handoko.
 
Salah satu momen penting LIPI dalam globalisasi publikasi ilmiah adalah pertemuan LIPI Press dengan Springer Book Publishing dalam ajang pameran buku internasional di Frankfurt Book Fair pada bulan Oktober 2015 lalu. “Pertemuan tersebut menghasilkan perjanjian kerja sama penerbitan (co-publishing) antara LIPI Press dan Springer Book Publishing pada 18 Januari 2016 lalu,” ujar Handoko.
 
Kepala LIPI Press, Rahmi Lestari Helmi menjelaskan, dalam perjanjian tersebut disepakati lima  buku yang sudah diterbitkan oleh LIPI Press diterbitkan kembali melalui skema co-publishing dalam versi bahasa Inggris dan direvisi secara substansi sesuai dengan perkembangan ilmu di bidang tersebut. Dari lima judul buku, sebanyak tiga buku sudah dalam status terbit dan terdiseminasi global, baik secara online maupun offline melalui jejaring distribusi Springer dan dua buku co-publishing sedang dalam proses terbit di Springer,” ujar Rahmi. Selanjutnya pada tahun 2018, disepakati tujuh judul buku baru terbitan LIPI Press untuk proses co-publishing LIPI-Springer.
 
Dirinya menjelaskan, peran LIPI Press dalam skema co-publishing adalah ikut menyeleksi kelayakan buku yang akan dikerjasamakan (sudah status terbit di LIPI Press), koordinasi proses pengelolaan naskah buku dan melakukan penyuntingan hasil terjemahan serta menyiapkan persyaratan-persyaratan naskah sebelum disampaikan ke Springer untuk diterbitkan sebagai versi terkini dalam bahasa Inggris.
 
Sebagai informasi, kegiatan LIPI-Springer Book Publishing Forum 2019 merupakan forum tatap muka dan bertukar pikiran antara penulis, calon penulis, peneliti/akademisi, pemerhati publikasi, dan penerbit untuk berbagi pengalaman tentang topik-topik aktual publikasi ilmiah juga membahas strategi co-publishing LIPI Press-Springer untuk meningkatkan aksesibilitas publikasi ilmiah. “Dalam forum tersebut juga akan dibahas kebijakan Open Access dan pengunaan perangkat untuk mendukung kinerja riset dan peneliti,” pungkas Rahmi.
Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Rahmi Lestari Helmi S.Si.,M.Si.
Diakses : 287