LIPI Didorong Lebih Kenalkan Teknologi Tepat Guna ke Masyarakat

 
 
Subang, Humas LIPI. Kepala Staf Kepresidenan RI, Moeldoko bersama dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Muhadjir Effendy mengunjungi Pusat Pengembangan Teknologi Tepat Guna (PPTTG) LIPI di Subang, Jawa Barat, Jumat (3/8/2018). Dalam kunjungan ini, keduanya pun memberi tanggapan positif atas hasil-hasil penelitian LIPI dan mendorong agar teknologi tepat guna lebih diperkenalkan lagi ke masyarakat luas.

Kepala Staf Kepresidenan RI mengungkapkan apresiasinya terhadap LIPI yang lebih terbuka ke masyarakat. Sebab, selama ini, masyarakat banyak yang kurang tahu. Padahal, banyak yang dihasilkan oleh LIPI, seperti di PPTTG ini. “Oleh karena itu, LIPI perlu dieksploitasi lagi ke masyarakat agar lebih dikenal dan terasa manfaatnya, terutama teknologi tepat gunanya,” kata Moeldoko.
 
Dia mengatakan, LIPI ke depan diharapkan lebih membumi lagi dan tidak hanya menjadi menara gading. “Sehingga, hasil-hasil penelitian atau produknya yang selama ini dicari, mudah ditemukan,” sambungnya.


 
Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko merespon positif apa yang disampaikan Kepala Staf Kepresidenan ini. Handoko menyebutkan bahwa memperkenalkan dan mengimplementasikan teknologi tepat guna pada masyarakat yang dapat mengoptimalkan potensi lokal di daerah, masih merupakan pekerjaan rumah (PR) bagi LIPI.
 
Dilanjutkannya lagi, penggunaan teknologi tepat guna LIPI lebih diarahkan ke anak muda yang ingin menjadi enterpreneur, dengan memanfaatkan potensi di wilayahnya masing-masing. “Ini yang kita kembangkan, karena yang mudalah yang mau berusaha biasanya,” tuturnya.
 
Sementara itu, terkait dengan persoalan stunting, Handoko mendorong pemanfaatan teknologi pangan fungsional berbahan baku lokal, yang dikembangkan melalui PPTTG LIPI. “Pencegahan stunting menjadi salah satu komitmen kami. Ini bisa ditunjukkan dengan pengembangan teknologi pangan berbasis bahan baku lokal. Salah satunya adalah produk Banana Bar yang telah dicicipi oleh Presiden Jokowi beberapa waktu lalu,” kata Handoko.


 
Untuk diketahui, Banana Bar (Pro Barz) merupakan salah satu produk pangan yang dihasilkan oleh PPTTG LIPI. Pada 4 Juli 2018 lalu, produk ini sempat dicicipi oleh Presiden RI, Joko Widodo dan Presiden Bank Dunia, Jim Yong Kim dalam kunjungannya di Bogor, Jawa Barat.
 
“Selain Banana Bar, kami juga menghasilkan produk lainnya seperti Banana Flake, Mie Non Gandum, dan produk lainnya yang merupakan produk pangan fungsional. Kami berharap berbagai produk itu mampu membantu dalam penanganan stunting di Indonesia,” tutur Pramono Nugroho, Kepala PPTTG LIPI.
 
Dijelaskan Pramono, pengembangan pangan sengaja memanfaatkan potensi sumber daya alam lokal, sehingga memudahkan dalam proses produksinya, khususnya bagi usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang bermitra dan memanfaatkan teknologi LIPI. “Kami mendorong UMKM dan masyarakat setempatlah yang menjadi sasaran teknologi pangan LIPI ini agar produk pangan terjangkau dengan mudah. Hasilnya adalah masyarakat mendapat asupan pangan yang bergizi tinggi dan upaya pencegahan stunting bisa berjalan dengan baik,” tutupnya.
 
Sebagai informasi terkait dengan kunjungan Kepala Staf Kepresidenan RI dan Mendikbud RI ke PPTTG LIPI, kedua pejabat ini sempat mencicipi Probarz, yakni biskuit berbahan baku pisang dan umbi-umbian bebas gluten untuk memenuhi kebutuhan pangan saat terjadi bencana, seperti bencana alam atau perang. Juga olahan mie berbahan baku jagung (Emazz) dan minuman sari buah (LIPI Sari).

 
 
Dalam kunjungan tersebut, mereka juga melihat berbagai proses pembuatan produk pangan fungsional yang ada di PPTTG LIPI. Proses produksi yang dilihat adalah proses pembuatan Banana Bar, Banana Flake, Mie Non Gandum, serta Jus Mix Aloevera. Selain itu, juga akan mengunjungi beberapa pilot plant, antara lain Bakery (Food Bar dan Bafle), Buah dan Sayur, dan Mie Non Gandum. (pwd)

 
Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Dr. Pramono Nugroho M.Eng.Sc.