LIPI Sebut Perlunya Perlindungan Konsumen dari Paparan Elektromagnetik

 
 

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG SELATAN -- Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian (P2MSTP) - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) membahas perlunya perlindungan konsumen pada era teknologi digital dengan pengujian Electromagnetic Compatibility (EMC).

Harry Arjadi, peneliti utama LIPI di bidang electronic design menjelaskan EMC adalah kemampuan suatu peralatan atau sistem untuk beroperasi secara normal di lingkungan elektromagnetik tanpa terpengaruh ataupun menghasilkan intervensi (gangguan) terhadap lingkungannya. Sedangkan pengujian EMC maksudnya suatu pengujian yang melihat apakah suatu produk teknologi digital mampu beroperasi normal dan aman bagi penggunanya.

Sementara itu L.T Handoko, Deputi Bidang Jasa Ilmiah LIPI menekankan pengujian EMC merupakan salah satu aspek krusial dalam komersialisasi dan perlindungan konsumen atau pengguna peralatan digital agar aman dan nyaman untuk digunakan.

"Apalagi sekarang kita sudah memasuki era digital, segala sesuatunya serba digital. Misalnya saja, siaran televisi di Indonesia ditargetkan pada 2018 sudah melakukan konversi penuh ke siaran digital," katanya.

Terlepas dari pro dan kontra regulasinya, Handoko menyoroti aspek lain yakni target semua harus terdigitalisasi tersebut memperlihatkan bahwa pengujian EMC ke depan akan menjadi hal yang krusial.

"Ketika penyiaran digital ini diberlakukan, maka konsumen harus menggunakan peralatan penerimaan siaran digital yang aman tanpa khawatir berdampak pada sinyal peralatan lainnya yang ada di sekitar peralatan tersebut. Nah, peran penting pengujian EMC di situ," ujarnya.

Kepala P2MSTP LIPI Agus Fanar Syukri menambahkan perlindungan konsumen pengguna TV digital sangat perlu dilakukan melalui alat penerima sinyal atau decoder yang aman sehingga tidak merugikan mereka.

Oleh karena itu diperlukan pertukaran informasi dan penelitian mendalam bersama masyarakat EMC agar semua pihak dapat memetakan kemungkinan faktor negatif dan positif yang akan ditimbulkan dari perkembangan teknologi komunikasi seperti satelit dan televisi digital.

Menurut dia keterlibatan dunia industri dalam menyukseskan target 2018 digitalisasi teknologi pertelevisian tersebut sangat penting. Terutama dalam mendukung teknologi pengujiannya.


Sumber : Republika.co.id, 1 Juni 2016

Sivitas Terkait : Agus Fanar Syukri Ph.D.
Diakses : 1012