LIPI Serahkan 57 Arsip Statis kepada ANRI

 
 
Jakarta, Humas LIPI. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyerahkan 57 arsip statis kepada Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) pada Kamis (7/1). Artis statis merupakan arsip yang bernilai guna kesejarahan yang layak untuk disimpan.
Arsip tersebut terdiri dari naskah Undang-undang, Surat Keputusan Presiden RI, Surat Keputusan Menteri Research Nasional RI, arsip hak kekayaan intelektual, desain industri, naskah kerja sama, peraturan, dan jenis arsip lainnya.

“Sebagai lembaga penelitian, LIPI memandang arsip sebagai hal penting. Saya pribadi juga turut menginisiasi dibentuknya arsip digital di LIPI sehingga pengelolaan arsip dapat lebih baik dan paper less,” ujar Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko saat membuka acara Penyerahan Arsip Statis LIPI secara virtual.

Handoko menyebut bahwa arsip selayaknya dapat dimanfaatkan oleh generasi mendatang sebagai sumber pengetahuan. Sejarah berdirinya LIPI dan data-data penelitian merupakan bagian dari sejarah perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia yang harus dilindungi. “Penyerahan arsip ini merupakan upaya LIPI dalam menjaga keamanan dan keutuhan arsip yang dimiliki LIPI. Kami sadar betul bahwa arsip LIPI merupakan bagian dari sejarah Republik Indonesia terutama dalam bidang ilmu pengetahuan yang dimulai sejak zaman Bung Karno,” lanjut Handoko.

Plt. Kepala ANRI, Muhammad Taufik mengatakan penyerahan arsip statis dari LIPI kepada ANRI ini merupakan kali kedua dalam lima tahun terakhir. Ia mengapresiasi kegiatan ini sebagai bentuk kepatuhan LIPI pada peraturan perundang-undangan kearsipan yang berlaku, dan kepedualian LIPI terhadap tumbuh kembang kearsipan negara.

“Bersama LIPI, ANRI berharap dapat mengubah paradigma arsip sebagai sekadar onggokan kertas. Kita harus menjadikan arsip sebagai knowledge yang dibutuhkan di masa depan yang dapat memberikan informasi secara akurat,” ujar Taufik.

Taufik berpendapat, LIPI sebagai lembaga penelitian merupakan think tank atas perkembangan ilmu pengetahuan dan inovasi. Dengan demikian, data-data yang dimiliki LIPI berisi banyak informasi penting mengenai IPTEK yang layak dilindungi.
”Setiap pemikiran dari peneliti LIPI menjadi rekam jejak yang akan mendorong perkembangan ilmu pengetahuan ke depan. Oleh karena itu, arsip statis yang diserahkan LIPI kepada ANRI akan kami oleh dan kami kembalikan ke masyarakat sebagai sebuah pengetahuan,” lanjut Taufik.

Beberapa arsip yang dilestarikan sebagai memori kolektif bangsa, yaitu: Salinan naskah Undang-Undang tentang Pembentukan Majelis Ilmu Pengetahuan Indonesia, Naskah asli Keputusan Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara RI tentang Pembubaran Lembaga Riset Nasional dan Madjelis Ilmu Pengetahuan Indonesia serta pembentukan LIPI, dan Salinan naskah Keputusan Presiden RI tentang Pembentukan LIPI.

Sebagai informasi, rincian jumlah naskah yg diserahkan antara lain Empat naskah Undang-undang, Enam Surat Keputusan Presiden RI, 12 Surat Keputusan Menteri Research Nasional RI, Surat Keputusan Ketua Majelis Ilmu Pengetahuan Indonesianomor 401 tahun 1964 tentang perwakilan Majelis Ilmu Pengetahuan Indonesia Departemen urusan Research Nasional di Jogjakarta, Lima Salinan Surat keputusan Presiden RI, Salinan Surat Keputusan Menteri Research Nasional RI, 10 dokumen hak kekayaan intelektual, Tiga dokumen desain industri, 10 naskah terkait kerja sama, Empat dokumen peraturan, dan satu berkas perseorangan. (sr/ ed:drs)
 


Sivitas Terkait : Dr. Laksana Tri Handoko M.Sc.
Diakses : 251