LIPI dan UNESCO Tekankan Pentingnya Ketersediaan dan Kualitas Sumber Air bersih

 
 
Jakarta, Humas LIPI. Di antara banyak masalah global, air bersih sangat penting untuk mempertahankan kesejahteraan manusia, mata pencaharian, dan lingkungan yang sehat untuk pembangunan berkelanjutan menjadi salah satu perhatian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB (SDGs) mengakui peran penting akses terhadap air yang aman bagi penggunaan manusia dan kebutuhan mendesak untuk melindungi kualitas sumber daya air dunia. “Data dan evaluasi polutan air yang muncul di Asia dan Pasifik saat ini masih tidak mencukupi, untuk itu perlu meningkatkan pemantauan, evaluasi dan pelaporan polutan yang muncul,”jelas Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Laksana Tri Handoko, disela-sela pembukaan “UNESCO Asia and The Pacific Regional Trainning Workshop On Water Quality And Emerging Pollutants” pada Selasa (27/11) di Jakarta.
 
Handoko menambahkan, bahwa untuk mengatasi kebutuhan ini, Pusat Asia Pasifik untuk Ekohidrologi (APCE, Indonesia) - LIPI bekerja sama dengan Inisiatif Internasional UNESCO tentang Kualitas Air (IIWQ), dan Kantor UNESCO Jakarta telah bersama-sama menyelenggarakan Lokakarya Pelatihan Regional Asia dan Pasifik ini mengenai Polutan yang muncul.  Lokakarya ini akan dikembangkan dalam kemitraan dengan kementerian, peneliti, praktisi, dan pembuat kebijakan Indonesia dari berbagai lembaga di Indonesia dan negara-negara lain di Asia dan Pasifik,”ujarnya.
 
Handoko berharap,  melalui kerjasama ini mampu membangun kapasitas dan meningkatkan kesadaran akan polutan yang muncul di Asia dan Pasifik, sangat relevan dengan kenyataan bahwa globalisasi saat ini menghasilkan atmosfer yang sangat kompetitif di semua aspek. “Kita harus mengutamakan kompetisi yang keselarasan dan keseimbangan antara kebutuhan manusia dan kualitas lingkungan untuk menciptakan masa depan yang menguntungkan,”ungkapnya.
 
Peneliti Pusat Penelitian Biologi LIPI, selaku Executive Director APCE-Indonesia Ignatius D.Sutapa mengatakan workshop ini dihadiri oleh narasumber dari internasional dan perwakilan departemen pemerintah, penelitian dan institusi pendidikan tinggi dan organisasi non-pemerintah dari 15 negara di Asia dan Pasifik termasuk: Kamboja, Indonesia, Iran, Kazakhstan, Malaysia, Singapura, Tajikistan, Thailand, Filipina, Timor-Leste, dan Viet Nam, Mongolia, Afrika Selatan dan Republik Cejck. “Selain acara pelatihan, juga akan memberikan buku Praktik Terbaik APCE Pengelolaan Sumber Daya Air. Buku ini berisi kompilasi masalah dan tantangan sumber daya air dengan berbagai pendekatan dan solusi. Ini diharapkan menjadi buku referensi tidak hanya di Indonesia tetapi juga dapat diimplementasikan di seluruh kawasan Asia Pasifik,”tukas Ignatius.(rdn/ed;lyr)

Sumber : Biro Kerjasama, Hukum dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Dr. Ignasius Dwi Atmana Sutapa
Diakses : 208