Lindungi Keanekaragaman Hayati Indonesia, LIPI Resmikan Kebun Raya Batam

 
 
Batam, Humas LIPI. Kekayaan tumbuhan Indonesia mencapai 35 ribu jenis atau 10 persen dari total kekayaan tumbuhan dunia. Dari jumlah tersebut baru 6 ribu jenis atau 17 persen yang dimanfaatkan. “Jika kita tidak peduli dengan kelestarian tumbuhan, maka semakin banyak tumbuhan yang punah sebelum diketahui manfaat dan khasiatnya. Indonesia harus melestarikan 75 persen tumbuhan terancam punah,” jelas Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Enny Sudarmonowati saat meresmikan Kebun Raya Batam pada Sabtu (22/12).
 
Enny menjelaskan, LIPI melalui Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya telah melakukan terobosan dalam upaya konservasi tumbuhan, antara lain menjalin kerjasama dengan Pemerintah Daerah untuk mengepakkan sayap ke seluruh pelosok tanah air melalui Pembangunan Kebun Raya Daerah.  “Peraturan Presiden No.93 Tahun 2011 tentang Kebun Raya, harus terus ditindaklanjuti agar dapat diimplementasikan secara optimal sebagai katalisator dalam percepatan pembangunan Kebun Raya Daerah,” tegas Enny.
 
Kebun Raya Batam, jelas Enny, sudah memenuhi kriteria untuk diresmikan kepada publik yakni lahan memiliki kekuatan hukum tetap, memiliki lembaga pengelola, komitmen tinggi pemerintah daerah dalam pembangunan kebun raya, menjalankan lima fungsi kebun raya Peraturan Presiden No. 93 Tahun 2011 tentang Kebun Raya, serta memiliki infrastruktur pendukung yang memadai. “Beberapa fasilitas yang telah tersedia di Kebun Raya Batam antara lain kantor pengelola, pintu gerbang, jalan aspal, embung, pembibitan, rumah kaca  dan dua taman tematik,” jelas Enny.
 
Berlokasi di Jalan Hang Lekiu, Nongsa, Batam, saat ini Kebun Raya Batam mempunyai koleksi sebanyak   2.472 bibit  yang terdiri atas 28 famili, 140 genus, 193 jenis, dan 824 spesies. Koleksi khas Kebun Raya Batam antara lain anggrek raksasa (Grammatophyllum speciosum), gaharu (Aquilaria hirta), dan  bintangur (Calophyllum spp.) serta beragam jenis kantong semar (Nepenthes). “Tumbuhan yang menjadi icon Kebun Raya Batam adalah  nibung (Oncosperma tigillarium) yang merupakan tumbuhan merupakan palem-paleman liar, tumbuh berumpun sebagai simbol persaudaraan,” jelas Enny.
 
Enny menyampaikan bahwa membangun kebun raya adalah membangun masa depan yang memerlukan komitmen kuat dan perjuangan tanpa henti. “Peresmian ini bukan akhir dari sebuah perjuangan pembangunan kebun raya, namun merupakan titik awal untuk memulai babak baru, menjadi bagian dari kebun raya yang diakui secara nasional bahkan internasional,” tukas Enny. (rdn/ed: fza)
Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Prof. Dr. Enny Sudarmonowati