Masyarakat Daerah Didorong Manfaatkan Hasil Penelitian LIPI

 
 
Samarinda, Humas LIPI. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mendorong masyarakat dan stakeholders terkait di daerah untuk memanfaatkan hasil-hasil penelitian LIPI semaksimal mungkin agar mengangkat potensi daerahnya. Demikian disampaikan oleh Pelaksana Tugas Kepala LIPI, Bambang Subiyanto dalam kegiatan Diseminasi Iptek LIPI bertema Pengenalan Konservasi dan Pengembangan Potensi Daerah di  Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Kalimantan Selatan pada Jumat (25/8).
 
Bambang mengungkapkan, tujuan LIPI ke daerah agar hasil-hasil penelitiannya terasa manfaat dan implementasinya ke daerah. “Kami ke sini (Tanah Merah, red) dengan tujuan untuk mengenalkan hasil penelitian agar bisa digunakan para petani di sini. Misalnya, ada pupuk organik hayati (POH) dan teknologi pembuatannya, teknik budidaya duren dan mangga, serta lainnya,” kata Bambang dihadapan seratusan peserta diseminasi.
 
Selain membawa hasil penelitian, LIPI juga bertujuan mengenalkan konservasi kepada masyarakat. Sebab, konservasi penting bagi lingkungan agar tetap terjaga untuk menopang kelangsungan kehidupan. Dalam hal ini, LIPI mengajak masyarakat agar menghijaukan lingkungannya.


 
Oleh karena itu, LIPI pun membagikan sekitar 1.200 bibit tanaman kepada masyarakat Tanah Merah. Bibit ini terdiri dari 500 bibit Jati Platinum, 350 bibit Durian Montong, serta 350 bibit Mangga.
 
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Hadi Mulyadi menyambut positif diseminasi Iptek yang dilakukan oleh LIPI. “Dengan diseminasi, program dan hasil penelitian LIPI akan tersosialisasikan ke masyarakat daerah dan akan memberi manfaat yang signifikan,” tuturnya saat hadir dalam kegiatan diseminasi Iptek LIPI kali ini.
 
Dirinya menyoroti pula agar diseminasi ini mampu memberi solusi terhadap segala persoalan yang ada di Tanah Merah dan juga Kalimantan Timur secara umum. Masalah itu terutama terkait kawasan bekas tambang yang rusak lingkungannya. “Kawasan yang rusak akan diperbaiki dan kita minta bantuan LIPI secara teknologi. Sedangkan, urusan lainnya kalau terkait hukum, kita serahkan ke jalur hukum. Kalau masih ada yang lain, maka pihak terkait yang menyelesaikannya,” jelasnya.
 
Di sisi lain, Hadi berpesan agar masyarakat menyerap betul apa yang disampaikan oleh LIPI, terutama bagi generasi muda Tanah Merah. Apalagi LIPI melakukan pelatihan teknik pembuatan POH. Ke depan, para pemudalah yang akan membantu mengaplikasikannya kepada para seniornya.
 
Sedangkan khusus untuk bibit yang dibagikan LIPI, dia berharap agar masyarakat memeliharanya dengan baik. “Saya harapkan tiga hingga empat tahun ke depan, saya bisa ke sini lagi dan panen Durian Montong bibit dari LIPI, Jati Platinumnya LIPI, dan lainnya,” ujarnya.
 
Dimas Kamaswara, Lurah Tanah Merah menambahkan, kehadiran LIPI di wilayahnya diharapkan pula memberi solusi terhadap problem hasil pertanian yang terus turun dari tahun ke tahun. “Kami harapkan LIPI mengajinya dari masalah air, tanah, dan lainnya. Lalu, diberikan solusi agar hasil pertanian naik lagi,” harapnya.
 
Diseminasi Iptek Kukar
 
Selain melaksanakan diseminasi Iptek di Tanah Merah, LIPI pada Sabtu (26/8) juga melakukan hal serupa di Desa Manunggal Jaya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). LIPI membawa hasil-hasil penelitian dan juga membagikan bibit yang hampir sama dengan diseminasi di Samarinda.
 
Dalam diseminasi ini, hadir pula Wakil Ketua Komisi VII DPR RI berserta timnya, jajaran pimpinan wilayah desa hingga tingkat Kabupaten Kukar, dan juga tim dari LIPI. Diseminasi tersebut dihadiri sekitar 100 peserta yang terdiri dari para petani, penyuluh pertanian, dan juga masyarakat umum setempat.



Kepala Pusat Penelitian Biologi LIPI, Witjaksono yang mewakili Kepala LIPI dalam kesempatan tersebut menuturkan, kehadiran LIPI ke Manunggal Jaya membawa teknologi dan bibit yang siap diimplementasikan ke masyarakat. “Kami juga adakan pelatihan pembuatan POH agar petani bisa membuat sendiri dengan ongkos produksi yang murah ketimbang membeli,” katanya.
 
Kemudian, LIPI juga di setiap wilayah diseminasi Kalimantan Timur ini melakukan penanaman bibit untuk keperluan konservasi dan juga membantu budidaya masyarakat setempat. “Kami berikan bibit agar membantu pengembangan konservasi kawasan dan juga bisa dikembangkan ke depan hasilnya untuk agrowisata,” sambung Witjaksono.
 
Imam Murodi, Kepala Desa Manunggal Jaya memberi apresiasi positif terhadap diseminasi Iptek LIPI tersebut. Dia mengharapkan agar diseminasi itu sebagai tonggak program-program untuk mengangkat potensi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
 
Senada, Camat Tenggarong Seberang, Suhari berharap LIPI memberi solusi agar wilayahnya ada potensi unggulan yang bisa diangkat. “Dengan begitu, kita mempunyai produk unggulan, khususnya bidang pertanian dan kalau bisa itu hasil penelitian dari LIPI. Lalu, kami harap LIPI juga bantu angkat potensi wisata di Tenggarong Seberang,” tutup Suhari. (pwd)

Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Prof.Dr.Ir. Bambang Subiyanto M.Agr.
Diakses : 493