Melihat Film sebagai Medium Kampanye Sains untuk Generasi Muda

 
 

Jakarta, Humas LIPI. Film dokumenter “Inventing Tomorrow” yang digarap oleh sutradara Laura Nix menampillkan kisah inspiratif ilmuwan remaja dari Indonesia, Hawaii, India, dan Meksiko dalam mengatasi masalah lingkungan yang sangat kompleks. Latar belakangnya adalah proyek penelitian yang mereka presentasikan dalam ajang kompetisi ilmiah internasional untuk remaja, Intel International Science and Engineering Fair tahun 2017 lalu di Los Angeles, Amerika Serikat.

“Film ini penting untuk mempromosikan Indonesia dalam bidang ilmu pengetahuan. Selama ini banyak promosi melalui berbagai media namun, tidak kalah pentingnya adalah melalui medium film, contohnya seperti film dokumenter ini”, ujarnya Sekretaris Utama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Nur Tri Aries saat pembukaan Millennial Talks di Jakarta, Senin (1/4) lalu.
 
Kedutaan Besar Amerika Serikat mengapresiasi LIPI yang konsisten melakukan kegiatan pembinaan ilmiah yang melibatkan generasi muda “Adalah sangat penting bagi Kedutaan Besar Amerika di Indonesia menjadi partner dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kapasitas ilmuwan, baik di Indonesia maupun untuk dunia.”, ungkap Jed Taro Dornburg selaku  @america’s Director and Deputy Cultural Affairs Attaché of the U.S. Embassy Jakarta
 
Dalam dokumenter berdurasi 87 menit tersebut, Indonesia diwakili oleh sosok Intan Utami Putri dan Shofi Latifah Nuha Anfaresi. Keduanya adalah pelajar SMAN 1 Sungailiat, Bangka yang merupakan pemenang Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) LIPI tahun 2016.
 
Keprihatinan terhadap dampak buruk pencemaran akibat aktivitas pertambangan timah di perairan pantai Bangka memicu Intan dan Shofi untuk melakukan penelitian eksperimen menggunakan pasir timah dari laut Bangka untuk menurunkan kadar logam berat timbal pada hasil samping proses pengolahan biji timah. “Penelitian merupakan jalan bagi saya untuk dapat berpartisipasi dalam menyelamatkan lingkungan sekitar,” ungkap Intan.
 
Sutradara “Inventing Tomorrow” Laura Nix, menyampaikan latar belakang produksi dokumenter berdurasi 87 menit ini didasari dari rasa penasaran terhadap apa yang ada dalam pikiran generasi muda saat ini. “Apa yang sebenarnya diinginkan oleh pemuda-pemudi sekarang ini? Apa yang generasi muda akan lakukan terhadap krisis pengawasan lingkungan di dunia saat ini?,” ungkapnya. Film ini kemudian diikutkan dalam Seattle International Film Festival 2018 dan  memenangkan katagori Documentary Competition Award serta terpilih dalam nominasi Grand Jury Prize di Sundance Film Festival 2018.
 
LIPI sendiri melalui Balai Informasi Teknologi sejak 2015 memproduksi film dokumentasi kegiatan penelitian. “Kami turut serta dalam aktivitas penelitian para peneliti LIPI, misalnya naik kapal Baruna Jaya, masuk hutan, mendaki bukit, wawancara penduduk, dan lain-lain,” terang Laura Citra Zhahira, sineas Balai Informasi Teknologi LIPI. (dsa,san, mtr,drs/ed: fza).


Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Rr Nur Tri Aries Suestiningtyas S.IP., M.A.