Mengeksplorasi Potensi Kabupaten Gunung Kidul Melalui Kerja Sama dengan LIPI

 
 

Jakarta, Humas LIPI. LIPI tengah merencanakan kenaikan status eselon Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam (BPTBA) LIPI, Yogyakarta menjadi Pusat Penelitian setingkat eselon II. Kenaikan status ini akan menambah lingkup penelitian sehingga dapat meningkatkan mutu dari berbagai segi, termasuk lingkup kerja sama. Pada Senin (5/7) Komisi C DPRD Kabupaten Gunung Kidul dan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunung Kidul menjajaki kerja sama dengan BPTBA demi meningkatkan potensi Kabupaten Gunung Kidul.

Deputi Bidang Jasa Ilmiah LIPI, Mego Pinandito menyambut baik kunjungan tersebut. Ia meyakini bahwa Kabupaten Gunung Kidul memiliki banyak potensi yang dapat digali dan ditingkatkan. “LIPI tidak hanya BPTBA saja, namun banyak bidang lain. Dengan banyaknya potensi Kabupaten Gunung Kidul, saya yakin ada banyak yang dapat dieksplorasi untuk dikerjakan bersama pusat penelitian LIPI yang lain,” ucap Mego.

Ketua Komis C DPRD Kabupaten Gunung Kidul, Purwanto, menyampaikan beberapa potensi dan masalah yang dihadapi pemerintah Kabupaten Gunung Kidul. Ia menyebut bahwa potensi sumber daya alam Kabupaten Gunung Kidul melimpah, hanya saja sumber daya manusianya  belum memiliki pemahaman yang cukup untuk mengolahnya.

Purwanto berharap BPTBA LIPI dapat membantu memanfaatkan sumber daya ketela untuk menjadi teknologi pakan ternak sehingga menghasilkan produksi ternak yang baik. Pada masa panen, banyak jerami yang dibuang tanpa diketahui potensinya. Ia berharap agar LIPI dapat mengeksplorasi potensi jerami yang selama ini dibuang menjadi barang yang bisa dimanfaatkan.

Suharjo, wakil ketua Komisi C DPRD Kabupaten Gunung Kidul, mengemukakan tentang masalah limbah pemotongan batu putih dan air berkapur. Ia ingin kesejahteraan petani juga dapat meningkat dengan pengetahuan yang lebih baik soal pemeliharaan tanah. “Sumber daya manusia kami sangat ulet dalam pengeksekusian, namun kami butuh bantuan peneliti LIPI dalam hal pengetahuan lebih lanjutnya,” ujar Suharjo. “Pengetahuan mengenai pemeliharaan tanah mungkin dapat diberikan agar kesejahteraan petani dapat terangkat. Selain itu Kabupaten Gunung Kidul memiliki masalah sumber air yang berkapur dari limbah pemotongan batu putih. Jika masalah ini dapat ditangani maka sumber air Kabupaten Gunung Kidul dapat dimanfaatkan secara ekonomi.”  (sr/ed: fz) 



Sivitas Terkait : Dr. Mego Pinandito M.Eng.