PIRN XVII Ajak Generasi Muda Lahirkan Pemikiran Kreatif dan Inovatif

 
 
Purbalingga, Humas LIPI. Perhelatan Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional (PIRN) XVII Tahun 2018 di Purbalingga, Jawa Tengah hasil kerja sama antara Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dengan Pemerintah Kabupaten Purbalingga resmi dibuka pada Senin (9/7). Pembukaan dilakukan secara bersama oleh Pelaksana Tugas Bupati Purbalingga dengan Kepala LIPI. Kegiatan PIRN ini akan berlangsung hingga Jumat (13/7) mendatang.

Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini tercatat sebanyak 442 siswa dan 157 guru siswa/i setingkat SMP dan SMA dari 32 provinsi di Indonesia. PIRN merupakan kegiatan penelitian ilmiah di lapangan yang mencakup bidang ilmu pengetahuan sosial, ilmu pengetahuan alam, dan ilmu pengetahuan teknik.
 
Laksana Tri Handoko, Kepala LIPI mengungkapkan, penyelenggaraan PIRN berupaya untuk menanamkan budaya penelitian sejak dini, khususnya bagi para generasi muda dan juga para guru pembinanya. “Pada dasarnya, PIRN mengajak generasi muda untuk melahirkan pemikiran kreatif dan inovatif. Tidak hanya di tataran akademis saja, melainkan juga pada tataran lainnya,” kata Handoko.
 
Kemudian, dia melanjutkan bahwa PIRN juga mengajak para generasi muda atau remaja untuk memenuhi rasa keingintahuannya tentang penelitian, yang sejalan pula dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat Gerakan Literasi, khususnya literasi sains. “Dengan mengikuti PIRN, para peserta akan belajar bagaimana merancang sebuah penelitian, mendalami metodologi penelitian, menyusun karya tulis ilmiah yang benar hingga  menjadi sebuah laporan penelitian yang menarik,” jelasnya.
 
Handoko katakan, pembelajaran dalam PIRN merupakan bentuk penanaman penguasaan iptek sejak dini yang menjadi salah satu prioritas bangsa sesuai dengan program Nawacita di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo. “Oleh karena itu, saya berpesan kepada para peserta PIRN untuk berpikir dan bertindak secara out of the box. Berpikir kreatif, bertindak inovatif, tidak mudah putus asa selalu CERIA (cerdas, inovatif, asyik),” sambungnya.
 
Dirinya juga meminta agar jangan memandang perbedaan agama, bahasa, suku maupun budaya menjadi halangan untuk membangun persahabatan dan jaringan. “Kita tidak pernah tahu bahwa beberapa puluh tahun dari sekarang, mungkin kalian atau teman-teman yang duduk di samping kalian akan menjadi orang-orang yang berpengaruh dan menjadi pemimpin bangsa Indonesia atau bahkan menjadi Kepala LIPI,” tutur Handoko.



Dia pun berpesan agar setiap peserta memanfaatkan kesempatan ikut serta PIRN dengan baik. “Manfaatkan momen ini untuk menyerap ilmu dari para pakar LIPI serta wadah saling kenal dengan peserta lain dari seluruh Indonesia. Jangan lupa, setelah kembali dari PIRN, sebarkan ilmu yang kalian terima kepada kawan di daerah masing-masing,” ujarnya.
 
Pondasi Iptek
 
Dyah Hayuning Pratiwi, Pelaksana Tugas Bupati Purbalingga berterima kasih atas kepercayaan LIPI menunjuk Purbalingga sebagai tuan rumah PIRN XVII. “Selamat datang alias sugeng rawuh kepada Kepala LIPI beserta jajarannya dan juga seluruh siswa, guru maupun pihak-pihak yang peduli terhadap masa depan  generasi  muda  Indonesia  di Purbalingga. Saya berbahagia bisa berada di tengah-tengah para peserta PIRN pilihan dari setiap wilayah di Indonesia,” ungkapnya.
 
Dia pun menekankan, penyelenggaraan PIRN XVII adalah bagian penting dalam pembentukan fondasi iptek sejak dini. “Kami berharap PIRN ini mampu menjadi sebuah fondasi awal untuk memotivasi putra-putri bangsa agar dapat membangun bangsa lewat kegiatan iptek,” tukasnya.
 
Diharapkannya, PIRN ke depan mampu mencetak ilmuwan-ilmuwan muda yang handal dan mengharumkan nama Indonesia di kancah nasional dan bahkan internasional. Lalu, PIRN juga bisa menjadi sarana untuk membangun generasi muda yang pantang menyerah, peka terhadap dinamika zaman, mampu berpikir inovatif, serta bertindak solutif dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan.
 
Saat mengikuti kegiatan PIRN, para peserta dibekali dengan teori tentang metodologi penelitian dan penulisan hasil penelitian sebelum mereka terjun langsung di lapangan. Setelah itu, para peserta dibimbing dalam melakukan penelitian dan terakhir mempresentasikan karya ilmiahnya. Sebagai informasi, penyelenggaraan PIRN sendiri selalu berganti-ganti wilayah sebagai tuan rumah. PIRN XVI tahun lalu diselenggarakan di Aceh. Sedangkan pada 2016, PIRN XV dilaksanakan di Bengkulu.



Sebagai informasi pula, PIRN XVII mengusung tema “Dengan Inovasi dan Kreativitas Menuju Masyarakat yang Mandiri dan Berdaya Saing”. Di sela-sela kegiatan PIRN XVII, juga diselenggarakan Workshop Kerja Sama LIPI dengan Pemerintah Daerah dengan tema “Implementasi Hasil Riset LIPI dalam Mendukung Optimalisasi Sumber Daya di Kabupaten Purbalingga”. Dalam kegiatan PIRN tersebut, juga dilaksanakan peluncuran tiga buku metodologi penelitian LIPI. (pwd)

 

Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Dr. Laksana Tri Handoko M.Sc.
Diakses : 318