Para Peneliti Muda Juara Kompetisi Ilmiah ISE 2020

 
 
Jakarta, Humas LIPI. Serangkaian kompetisi ilmiah LIPI pada ISE 2020, yang terdiri dari Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR), National Young Inventors Awards (NYIA), dan LIPI Young Scientist Award sudah selesai dijalankan. Para finalis LKIR dan NYIA sudah berjuang mempresentasikan hasil karya dan inovasi mereka pada proses penjurian yang sudah berlangsung sejak 16-18 November. Acara Penganugerahan dan Penutupan ISE 2020 menjadi momen yang dinantikan oleh para finalis, terlebih lagi untuk para pemenang.

“Saya ucapkan selamat kepada para pemenang NYIA, LKIR dan LYSA. Saya berharap generasi muda Indonesia selalu semangat, produktif dan inovatif, memberikan sumbangsih melalui ide-ide orisinil dan karya nyata dengan ilmu pengetahuan serta menghasilkan riset-riset yang inovatif untuk Indonesia dan dunia. Saya juga mendukung penuh LIPI untuk tetap terus menjadi lembaga riset dan terus berkontribusi untuk kemajuan, kemandirian dan kesejahteraan bangsa serta kebermanfaatan bagi masyarakat,” ujar Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bambang Brodjonegoro.

Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko juga mengucapkan selamat bagi para pemenang. “Bagi saya seluruh peserta NYIA dan LKIR sudah menjadi juara. Lolos menjadi finalis merupakan upaya luar biasa karena harus bersaing dengan ribuan peserta. Saya sangat mengapresiasi semangat semua peserta meskipun di tengah keterbatasan yang ada,” ungkap Handoko.

Handoko percaya bahwa para finalis akan menjadi generasi muda yang membanggakan dan akan terus melahirkan ide-ide orisinal, cerdas, inovatif, dan kreatif di masa datang. Hampir 70% proposal yang seleksi terkait dengan sains dan teknologi di era industri 4.0. Upaya LIPI tidak akan berhenti sampai disini. Beberapa karya akan didorong untuk dipatenkan dan dilisensikan industri, sehingga menjadi motivasi generasi muda agar selalu kreatif dan jeli melihat masalah disekitarnya untuk mencari alternatif solusinya. “Para finalis merupakan teladan dan contoh terbaik dari seluruh Indonesia yang percaya diri dan berani mempresentasikan idenya,” imbuh Handoko.

Dari total 39 finalis LKIR yang telah dipilih, terdapat masing-masing tiga pemenang dari bidang ilmu pengetahuan hayati, ilmu pengetahun teknik, ilmu pengetahuan kebumian, dan ilmu pengetahuan sosial dan kemanusiaan. Sementara dari total 41 finalis NYIA dipilih tiga karya terbaik. Ada pula total 15 pemenang special award dari Sekretaris Utama LIPI dan sponsor MNC Trijaya, Pusat Pengembangan Inovasi dan IPTEK LIPI, dan JSK Sukses Bersama.

Dalam kesempatan ini LIPI juga memberikan penghargaan LIPI Young Scientist Awards (LYSA) tahun 2020 kepada Afriyanti Sumbojo, Ph.D,  Dosen Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara, Institute Teknologi Bandung sebagai peneliti muda berprestasi dan konsisten dalam melakukan penelitian.

Para juara pertama dalam ajang LKIR dan NYIA

Bidang hayati: Christian Agung Novianto dan Steven Mathias Holme (SMA Regina Pacis Bogor) dengan karya “Sintesis Komposit Mikropartikel GO-CS (Grafena Oksida-Kitosan) sebagai Adsorben Logam Berat Pb(II), Zn(II), dan Mn(II)”

Bidang sosial dan kemanusiaan: Kadek Januarta dan Wahyu Padma Baskara (SMA Negeri 4 Denpasar) dengan karya “Pengaruh Komunitas Pelayang Wanita Rare Angon Srikandi Terhadap Atensi Remaja Putri Mengenai Pendidikan Kesetaraan Gender di Kota Denpasar”

Bidang teknik: Sona Regina Salsabila dan Azizah Auliani Rahma (SMA Negeri 1 Yogyakarta) dengan karya “Kecerdasan Buatan sebagai Deteksi Kanker Payudara Berbasis Algoritme Random Forest dan Convolutional Neural Network”

Bidang kebumian dan kelautan: Muhammad Haikal Algifari dan Ridzik Malky Daniel (SMAS Sukma Bangsa Lhokseumawe) dengan karya “Evaluasi Model Konstruksi Façade Fotobioreaktor Chlorella pyrenoidosa terhadap Mikroklimat Ruangan dan Daya Tumbuh Jamur Aspergillus Niger

NYIA: Mukhammad  Sholikhuddin dan Nabil Nasruddin Al Mutawakkil (SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo) dengan inovasi “SADFOREST (Smart Alert Detect for Deforestation)”
Sebagai informasi, LKIR adalah kompetisi ilmiah bagi siswa SMP dan SMA/sederajat dengan batas maksimum duduk pada kelas 12.

Sebagai informasi, LKIR menjaring proposal terbaik seluruh Indonesia untuk dibimbing langsung oleh peneliti LIPI. Tahun ini, terdapat total 41 finalis LKIR dari bidang hayati, teknik, kebumian, dan sosial yang lolos tahap seleksi.

NYIA adalah kompetisi ilmiah bagi remaja dalam melakukan inovasi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas, memberikan apresiasi dan menggali potensi remaja di bidang inovasi teknologi. Peserta NYIA adalah Anak-anak dan Remaja (8 -18 tahun) setingkat SD, SMP, dan SMA/sederajat. Tahun ini terdapat total 39 projek yang lolos sebagai finalis NYIA. LYSA adalah sebuah ajang penghargaan yang dirintis oleh LIPI sejak tahun 2017, sebagai apresiasi bagi rekam jejak peneliti muda berusia dibawah 40 tahun yang berprestasi dan konsisten dalam melakukan penelitian dibidangnya (sa, sr).
 


Sivitas Terkait : Dr. Laksana Tri Handoko M.Sc.
Diakses : 243