Pembibitan Ikan Asli Indonesia Perlu Dapat Perhatian

 
 
Cibinong, Humas LIPI. Sebagai negara dengan kekayaan hayati terbesar kedua di dunia, Indonesia memiliki sekitar 4.720 spesies ikan. Namun aspek pemanfaatan secara berkelanjutan terhadap spesies ikan asli Indonesia selama ini belum berjalan optimal. “Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 1999 tentang Pemanfaatan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar telah diatur mengenai penangkaran pengembangbiakan dan pembesaran dengan tetap mempertahankan kemurnian jenisnya,” ujar Deputi Ilmu Pengetahuan Hayati Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Enny Sudarmonowati dalam kegiatan Seminar Nasional Ikan ke-10 dan Kongres Masyarakat Iktiologi Indonesia ke-5”, pada Selasa (8/5) di Cibinong, Jawa Barat.

Menurut Enny, kegiatan penangkapan dan budidaya ikan di Indonesia memang masih diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, namun perlu memperhatikan konservasi karena beberapa jenis ikan asli Indonesia diperkirakan sudah atau hampir punah. “Saat ini yang diperlukan adalah mengubah persebpsi ke masyarakat bahwa kegiatan perikanan bukan hanya menangkap terus dari alam tapi juga harus ada upaya penangkaran,” lanjut Enny.

Rektor Institut Pertanian Bogor, Arif Satria menekankan pentingnya keberadaan broodstock atau pusat indukan untuk pembibitan spesies ikan-ikan asli Indonesia. “Harus ada dukungan karena aspek pembibitan dan pengembangan indukan merupakan kerja jangka panjang,” ujar Arief. Menurutnya perlu ada sinergi yang saling terkait yang mampu menghubungan antara dunia riset, akademisi dengan kebutuhan industri.

Senada, Kepala Pusat Penelitian Biologi LIPI, Witjaksono mengungkapkan saat ini belum ada penelitian yang komprehensif tentang nilai ekonomi spesies ikan asli Indonesia. “Akibatnya spesies ikan lokal kalah bersaing dengan ikan-ikan yang sebetulnya asing seperti ikan nila, mas, atau lele dumbo hanya karena ikan-ikan tadi sudah jelas nilai ekonominya.” Menurutnya, ikan asli Indonesia punya berbagai variasi dan karakteristik unik, hanya saja belum ada yang membibtikan secara intensif dan massal. (fza/ed: dig)

Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Prof. Dr. Enny Sudarmonowati