Peneliti LIPI Bagikan Pengalaman Kolaborasi dengan Lembaga Riset Internasional Korea dan Jepang

 
 

Jakarta, Humas LIPI. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mendorong pengembangan sumberdaya manusia peneliti mdan tenaga pendukung penelitian untuk merespon tantangan global melalui program kemitraan Japan Society for The Promotion of Science (JSPS), Jepang untuk penyelenggaraan HOPE Meeting dan National Research Foundation (NRF), Korea.  “Program ini merupakan talent pool lewat mekanisme pengiriman sumber daya manusia ke luar negeri agar siap untuk bersaing secara global,"  ujar Plt. Biro Kerjasama, Hukum, dan Humas, Mila Kencana di Jakarta pada Senin (13/5). 

Mila menjelaskan, untuk memajukan sains dan teknologi diperlukan peneliti muda berbakat yang memiliki perspektif luas yang lintas disiplin, individu kreatif yang berasal dari budaya yang berbeda. “Kegiatan HOPE Meeting misalnya, berperan besar dalam memfasilitasi para ilmuwan muda yang telah meraih gelar doktor untuk terlibat dalam diskusi interdisipliner dengan para penerima Penghargaan Nobel dan ilmuwan terkemuka lainnya,” jelas Mila. HOPE Meeting sendiri telah diselenggarakan oleh JSPS sejak 2008. Sejak pertama kali diselenggarakan, LIPI telah mengirim puluhan peneliti untuk mengikuti ajang prestisius bagi ilmuwan muda tersebut.


LIPI juga telah menjalin kerja sama dengan National Research Foundation (NRF) di Korea untuk memberikan kesempatan bagi peneliti serta staf pendukung untuk melaksanakan program pertukaran di bidang iptek. Pertukaran tersebut dilakukan dalam rangka mempromosikan dan mengembangkan kerja sama iptek. Selain mengirimkan peneliti dan staf ke Korea, LIPI juga menerima para ahli Korea untuk berbagi pengalaman dan kemampuan dengan sivitas LIPI. Sejak kemitraan ini dikukuhkan tahun 2016, LIPI telah mengirimkan sembilan sivitas ke universitas maupun lembaga penelitian di Korea.

Nanang Masruchin, peneliti bidang material maju berbasis selulosa dari Pusat Penelitian Biomaterial LIPI menjelaskan momen berinteraksi dan berdikusi langsung dengan penerima Penghargaan Nobel adalah kesempatan langka sekaligus momen terbaik. “Bertemu dan berbincang langsung dengan penerima Penghargaan Nobel seperti Prof. Brian Schmidt menjadi motivasi bagi saya untuk terus melakukan penelitian yang bisa mendapat pengakuan internasional untuk Indonesia,” jelas Nanang. Dirinya berharap suatu saat ada perain Penghargaan Nobel yang berasal dari Indonesia atau berafiliasi dengan institusi riset yang ada di Indonesia.
 
Nanang melanjutkan, keikutsertaan di ajang HOPE Meeting juga memungkinkan terbukanya kolaborasi dengan peneliti-peneliti internasional, terutama untuklingkup Asia Pasifik. “Kolaborasi ini bukan hanya untuk mendukung proyek penelitian pribadi saja, namun juga membuka peluang kerja sama sampai ke tingkat lembaga.
 
 


Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Mila Kencana S.IP., M.A.
Diakses : 1011