Penguatan Jejaring untuk Mendukung Pembangunan Kebun Raya Daerah

 
 

Solo, Humas LIPI. Upaya perlindungan keanekaragaman hayati Indonesia terus berkejaran dengan laju kerusakan habitat alami, eksploitasi secara berlebihan, serta alih fungsi hutan. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) terus mengembangkan pembangunan Kebun Raya sebagai model ideal konservasi keanekaragaman hayati secara ex-situ yang juga memberikan manfaat lain bagi masyarakat sekitar. “Kebun Raya selain melaksanakan kegiatan konservasi juga mengembangkan pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat seiring dengan dibangunnya Kebun Raya tersebut,” ujar Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Enny Sudarmonowati dalam kegiatan Workshop Manajemen Perkebunrayaan di Solo, Jawa Tengah pada Kamis (2/5) lalu.

Enny mengungkapkan perlunya penguatan jejaring Kebun Raya untuk mendukung percepatan pembangunan dan pengelolaan Kebun Raya  secara berkelanjutan. “Kami mengucapkan terima kasih atas sinergi yang telah terbangun antara kementerian, pemerintah daerah, dan universitas dalam pembangunan dan pengelolaan Kebun Raya di Indonesia,” jelasnya.

Ketua Dewan Pertimbangan Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Sarwono Kusumaatmadja menjelaskan pendanaan proyek-proyek konservasi lingkungan hidup saat ini terbuka lebar melalui skema APBN, APBD maupun mekanisme-mekanisme kerja sama dengan swasta dan lembaga internasional. “Momen terbukanya dana-dana lingkungan ini dapat dimanfaatkan baik oleh Kebun Raya yang dikelola oleh LIPI maupun Kebun Raya yg dikelola oleh pemerintah daerah dan universitas,” jelasnya.

Sebagai informasi, hingga tahun 2019 LIPI sudah berperan aktif dalam pengelolaan dan pembangunan 39 Kebun Raya di 22 provinsi yang mencakup 5 Kebun Raya yang dikelola LIPI, 32 Kebun Raya yang dikelola pemerintah daerah, dan 2 Kebun Raya yang dikelola perguruan tinggi. Pada tahun 2019 ini tiga Kebun Raya direncanakan akan diresmikan yaitu Kebun Raya Indrokilo Boyolali, Kebun Raya Jagatnatha Jembrana, dan Kebun Raya Kendari.(scy, dnh/ed: fz)


Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Prof. Dr. Enny Sudarmonowati