Perkuat Infrastruktur Laboratorium, LIPI Ingin Dekatkan Penelitian ke Masyarakat

 
 
Jakarta, Humas LIPI. Jelang tahun-tahun terakhir Target Kinerja Rencana Strategis 2015-2019, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) kini melakukan revitalisasi infrastruktur penelitian. “Alokasi anggaran LIPI pada tahun ini adalah untuk memperkuat kemampuan laboratorium lewat pengadaan sarana-sarana penelitian yang paling mutakhir,” ujar Plt. Kepala LIPI, Bambang Subiyanto saat memberikan kuliah umum di Universitas Pertamina, Jakarta pada Rabu (28/3) lalu. Menurut Bambang, pola pendanaan penelitian saat ini diubah dengan memprioritaskan alat-alat laboratorium yang mendukung proses riset, bukan lagi dengan memberikan dana penelitian kepada peneliti.
 


“Pembenahan laboratorium ini untuk mendekatkan penelitian kami kepada masyarakat agar tidak lagi muncul anggapan LIPI sebagai menara gading,” lanjut Bambang. Menurut Bambang, masyarakat bisa menggunakan fasilitas penelitian LIPI sesuai ketentuan yang berlaku. “Apalagi jika ada kerja sama penelitian dengan kami, fasilitas laboratorium LIPI bisa dipergunakan secara cuma-cuma.”

Selain itu, lanjutnya, penguatan fasilitas laboratorium ini juga sebagai tanggung jawab peran LIPI sebagai pusat pengukuran dan standarisasi pengujian nasional. “Sebagai National Metrology Center, Pusat Penelitian Metrologi LIPI menjadi rujukan kalibrasi untuk laboratorium pengujian dan laboratorium kalibrasi yang ada di Indonesia,” terang Bambang.

Sebagai informasi, Pusat Penelitian Metrologi LIPI menyediakan pelayanan jasa kalibrasi kepada masyarakat khususnya untuk alat-alat ukur kelas industri dengan lingkup kalibrasi mekanik dan thermo elektrik, seperti dimensi, kelistrikan, massa, akustik dan getaran, waktu, suhu, tekanan, hingga kelembapan. Pusat Penelitian Metrologi LIPI juga melakukan uji banding antar laboratorium untuk mengevaluasi kinerja laboratorium pengujian dan kalibrasi terhadap kriteria yang telah ditetapkan sesuai kompetensinya.

Bambang melanjutkan, LIPI terus mendorong penelitinya agar riset tidak berhenti hanya di jurnal tapi menjadi kegiatan yang konvergen untuk target yang besar, nyata, dan signifikan. “Salah satu permasalahan institusi riset adalah hasil penelitian yang tidak sesuai kebutuhan masyarakat. Saat ini kami memfasilitasi peneliti dan pelaku usaha melalui skema Inkubator Teknologi di Science and Techno Park LIPI yang ada di Cibinong,” paparnya.



Wakil Rektor III Universitas Pertamina, Budi Sutjipto berharap mahasiswa-mahasiswa Universitas Pertamina bisa memanfaatkan fasilitas laboratorium yang ada di LIPI. “Kami berharap penelitian tidak hanya sebatas di laboratorium saja, tapi juga bermanfaat langsung kepada masyarakat. Salah satunya bisa dimanfaatkan untuk proses belajar mahasiswa,” ujarnya. Lebih lanjut, dirinya berharap kegiatan ini dapat menyiapkan para mahasiswa untuk menjawab kesiapan bersaing di kancah global. (fza/ed: dig) 



 

Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Prof.Dr.Ir. Bambang Subiyanto M.Agr.