Perkuat Riset Frontier untuk Hadapi Tantangan Era Desa Global

 
 
Jakarta, Humas LIPI. Salah satu dampak globalisasi adalah terhubungnya masyarakat dari berbagai negara melalui internet yang menciptakan desa global (global village). Fenomena ini sendiri memiliki banyak tantangan khususnya pada aspek sosial dan kemanusiaan.
 
“Untuk menyikapi berbagai tantangan dari desa global, salah satu solusinya adalah dengan memperkuat riset frontier guna memberikan pemecahan masalah dalam jangka panjang,” ujar Agus Eko Nugroho, Kepala Pusat Penelitian Ekonomi LIPI dalam kegiatan Seminar Akhir Program Global Village di LIPI Jakarta, Selasa (28/11).
 
Riset frontier yang dimaksud disini adalah merupakan penelitian yang memiliki potensi untuk memberikan kontribusi pada penemuan teori/paradigma/perspektif/metodologi baru dalam ilmu sosial dan kemanusiaan.  Tujuan jangka panjangnya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mempengaruhi arah penelitian, dan memposisikan ilmu pengetahuan sosial dan kemanusiaan menjadi lebih baik.
 
Agus menyebutkan bahwa era desa global sudah menjadi isu penting di tataran nasional saat ini. Bahkan, Program Desa Global telah menjadi program nasional, tepatnya menjadi bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 sesuai dengan usulan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI.
 
“Melalui Program Desa Global, Kedeputian Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK) LIPI berharap dapat mewujudkan riset frontier yang memperkuat peran ilmu sosial dan kemanusiaan, serta berimplikasi (dalam jangka panjang) bagi pembangunan Indonesia,” tutur Agus.
 
Zamroni Salim, peneliti Pusat Penelitian Ekonomi LIPI, menambahkan bahwa riset frontier dibangun dengan teori-teori baru, diskursus-diskursus, maupun kritik terhadap teori dan kajian yang ada. “Tujuannya adalah untuk memperkuat peran ilmu sosial dan kemanusiaan, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global, serta mampu berimplikasi pada penguatan masyarakat dan negara,” kata Zamroni.
 
Zamroni juga berharap seminar ini mampu mendorong untuk mewujudkan temuan baru/reformulasi, diskursus/perspektif baru, model, teori dan metode yang dapat bermanfaat untuk penguatan masyarakat dan negara. “Isu-isu strategis penguatan masyarakat dan negara adalah Iptek, Sumber Daya Manusia (SDM), infrastruktur sosial ekonomi, tata kelola pemerintahan, serta jaringan lokal dan global,” tutup Zamroni. (dnh/ed: pwd,dig)

 
 
Sumber foto slider utama: https://pixabay.com/en/world-map-countries-vector-earth-1748403/

 
Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Dr. Agus Eko Nugroho S.E.M.Appl.Econ.