Rencana Kerja Peningkatan Fungsi Penelitian dan Konservasi Eka Karya Bali di Bawah Payung BRIN

 
 
Bali, Humas BRIN. Kebun Raya memiliki posisi strategis dengan fungsi utamanya sebagai area penelitian dan konservasi ex-situ. Oleh karena itu, pengelolaan kebun raya harus terus berjalan dengan baik meskipun di tengah masa transisi dan transformasi pembentukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

“BRIN memastikan bahwa pengelolaan Kebun Raya dan fasilitas tidak akan terganggu, ini komitmen untuk terus melakukan kegiatan-kegiatan, memastikan pengelolaan kebun raya tetap terjaga,” ujar Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Teknik BRIN, Agus Haryono dalam kunjungan kerja ke Kebun Raya Eka Karya Bali Bersama Komisi VII DPR RI pada Kamis (9/8). Hal ini juga akan didukung dengan adanya analis perkebunrayaan yang secara khusus melaksanakan tugas konservasi dan pemeliharaan tanaman di kebun raya, berdampingan dengan peneliti yang akan lebih fokus dalam penelitian.

Indonesia saat ini memiliki 45 Kebun Raya, yaitu 37 kebun raya di bawah pengelolaan Pemerintah Daerah, tiga kebun raya Perguruan Tinggi di 23 provinsi, serta lima kebun raya di bawah pengelolaan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang akan dilanjutkan di bawah payung BRIN. Lima kebun raya tersebut adalah Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Cibodas, Kebun Raya Purwodadi, Kebun Raya Cibinong, dan Kebun Eka Raya Bali

Kepala Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Kebun Raya Eka Karya Bali Didit Okta Pribadi menyampaikan bahwa Kebun Raya Eka Karya Bali yang berdiri pada 15 Juli 1959 dengan luas 157,5 Hectares saat ini memiliki 220 suku, 1.026 marga, 2.474 jenis dan 23.525 spesimen tumbuhan. “Tugas dan fungsi yang kami lakukan yaitu eksplorasi dan konservasi tumbuhan, laboratorium kultur jaringan tanaman, seed bank, reintroduksi, rehabililitasi dan restorasi. Ada pula reintroduksi cemara pandak di Kawasan hutan bukit pohen,” terang Didit.
 
Lebih lanjut Didit menguraikan rencana dan komitmen peningkatan penelitian dan konservasi di Kebun Raya Eka Karya Bali akan mencakup penyelamatan dan/atau pengkoleksian tumbuhan endemik, baik jenis baru, langka, hingga yang terancam punah. Selain itu, riset propagasi/perbanyakan; pengembangan database tumbuhan koleksi terintegrasi; riset domestikasi; serta pendayagunaan potensi-tanaman hias, tanaman pangan lokal, potensi obat dan kesehatan. “Lalu riset reintroduksi, rehabilitasi dan restorasi-DAS, lahan kritis, suksesi, mitigasi perubahan iklim; riset IAS-Invasive Alien Species; supervisi pembangunan Kebun Raya Daerah; dan mengembangkan kerjasama dengan Perguruan Tinggi dan lembaga terkait di Bali,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto menyatakan dukungannya mengingat pentingnya kebun raya dalam upaya pelestarian kekayaan hayati nasional. “Betapa pentingnya kebun raya ini, Komisi VII DPR RI akan terus mendorong fungsi-fungsi kebun raya. Dari sisi anggaran akan kita dukung,” sebut Sugeng. Kebijakan-kebijakan nantinya akan diarahkan agar tepat untuk menuju pembangunan yang berkelanjutan. (dr/ed: iz).

Sivitas Terkait : Dr. Eng. Agus Haryono
Diakses : 1481