Selamatkan Buah Langka Nusantara, LIPI dan Astra Luncurkan Program PRANARAKSA

 
 
Cibinong, Humas LIPI. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan PT Astra International Tbk melakukan upaya penyelamatan buah langka nusantara melalui Program Konservasi Keanekaragaman Buah Langka Nusantara (PRANARAKSA). Program ini berupaya menghindari kepunahan buah langka melalui pengumpulan, pendataan, pembibitan dan penyebarluasan kembali ke masyarakat. “Saat ini kami sudah berhasil melakukan pembibitan 50 buah sangat langka yang sudah tersertifikasi. Melalui kerjasama dengan PT Astra International Tbk., kami harapkan membuka peluang pemanfaatan yang lebih luas lagi,” ujar Plt. Sekretaris Utama LIPI, Laksana Tri Handoko di Cibinong, Jawa Barat pada Sabtu (28/4).


 
Sebagai langkah awal, pada kesempatan tersebut LIPI dan PT PT Astra International Tbk. meresmikan fasilitas Kebun Pembibitan Tanaman Buah Nusantara di kawasan Cibinong Science Center and Botanical Garden. Kebun seluas satu hektar tersebut meliputi area pembibitan buah langka Nusantara seperti menteng, bisbul, kemang, dan sempur yang sudah mulai punah yang dikembangbiakkan lewat teknologi kultur jaringan dan molekuler dari LIPI, serta fasilitas pendukung seperti green house dan saung edukasi.
 
Riza Deliansyah selaku Head of Environment and Social Responsibility PT Astra International Tbk. mengungkapkan bahwa program PRANARAKSA merupakan bukti komtmen bersama LIPI dan PT Astra. "Astra dan LIPI memiliki komitmen lingkungan utk menyelamatkan buah langka Nusantara dan melakukan konservasi agar buah-buahan ini bisa dinikmati."
 
Staf Ahli Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Hari Purwanto menjelaskan produksi dan konsumsi buah lokal perlu ditingkatkan untuk mengurangi ketergantungan pada buah impor. "Impor buah apel dan anggur pada bulan Desember tahun  2017 mencapai 66 triliun lalu di bulan Januari 60 triliun. Angkanya terus menurun, tapi kita harus perbanyak menanam dan konsumsi buah lokal," ungkapnya.


 
Program PRANARAKSA sendiri menjadi catatan penting dalam kegiatan konservasi yang dilakukan LIPI. Dalam konservasi in situ, LIPI berperan penting dalam pengembangan cagar biosfer dan taman nasional bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Sedangkan dalam konservasi ex-situ, LIPI ikut berperan dalam pengembangan geopark, seperti kawasan batu dan karst di Karangsambung, Danau Toba, dan Raja Ampat. LIPI juga memiliki kebun raya dan mengembangkan kebun raya daerah berkerja sama dengan pemerintah daerah. (lyr/ed: fza)

 

Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Prof. Dr. Enny Sudarmonowati