Siap Anugerahkan SBII Award

 
 
JAKARTA-Persaingan bisnis yang ketat baik di pasar lokal maupun internasional menuntut kemampuan inovasi yang tinggi agar bisa bertahan. Di Indonesia, kebanyakan inovasi dilakukan pada pengemasan, desain produk atau cara pemasaran.

Sementara itu, inovasi dengan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) masih jarang dilakukan. Untuk mendorong inovasi berbasis iptek, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Perkembangan Iptek (Pappiptek) akan menganugerahkan LIPI Science-Based Industrial Innovation Award (LIPI SBII Award) kepada perusahaan-perusahaan yang menjadikan inovasi berbasis iptek sebagai bagian utama strategi bisnis. "Dalam mendukung penguatan daya saing bangsa, paradigma inovasi harus diubah dengan menggunakan pendekatan iptek, " ungkap Kepala LIPI Prof Dr Iskandar Zulkarnain.

Pada dasarnya, tingkat keberlanjutan keunggulan dalam sebuah kegiatan industri sangat ditentukan oleh kandungan iptek dalam inovasi. LIPI sangat mendukung pengembangan inovasi berbasis iptek melalui penganugerahan LIPI SBII Award bagi kalangan industri, sebagai garda terdepan sistem inovasi nasional. "Melalui pemberian penghargaan ini, LIPI ingin memberikan apresiasi kepada pihak industri yang meningkatkan daya saing dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan, " imbuhnya.

Pemberian penghargaan sendiri akan dilakukan bersamaan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) LIPI pada Agustus mendatang. Di lain hal, UPI juga akan menggelar Konferensi Internasional Asian Association of Learning, Innovation, and Co-evolution Studies (ASLALICS) ke-12 dan Forum Nasional Iptek dan Inovasi (Iptekin) ke V di DI Jogjakarta pada 15-17 September 2015.

Kepala Pappiptek LIPI Dr Trina Fizzanty mengatakan, adapun tujuan penyelenggaraan ASIALICS tahun ini adalah untuk menstimulasi pembentukan strategi berbasis pengetahuan bagi pembangunan ekonomi di Asia. "Pada dasarnya kami ingin memunculkan masalah menarik yang terjadi di negara-negara Asia dan perusahaan dan untuk berbagi pengalaman mengenai metodologi, hasil dan kebijakan analitis, " jelas Trina. (rif)


Sumber : Indopos, edisi 30 April 2015. Hal: 2

Sivitas Terkait : Trina Fizzanty

Diakses : 1226