Standar Air Bersih di Indonesia Diharapkan Sesuai Standar Internasional

 
 
Kabupaten Bogor, Humas LIPI. Kualitas air bersih di Indonesia saat ini memang masih belum sesuai harapan sehingga memerlukan solusi ke depan terutama untuk standardisasinya. Setidaknya standar kualitas air bersih mengacu pengukuran pada standar internasional.
 
Institusi yang memiliki standar internasional metrologi untuk pengukuran kualitas air adalah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Metrologi. Sehingga, diharapkan setiap peralatan pengujian air di Indonesia mengacu pada standar yang ada di LIPI.
 
Pelaksana Tugas Kepala LIPI, Bambang Subiyanto mengungkapkan, dengan peralatan yang diuji dan mengacu pada standar LIPI, maka diharapkan kualitas air bersih di Indonesia sama di setiap tempat. “Sehingga, ke depannya kualitas air di Indonesia secara perlahan memenuhi harapan,” kata Bambang dalam konferensi pers di sela-sela kegiatan Simposium Internasional bertema Quality Water for Quality Life, Selasa (19/9), di Hotel Aston Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
 
Menurutnya, pengujian kualitas air penting untuk mengidentifikasi masalah pencemaran yang terjadi, memastikan bahwa air dapat digunakan sesuai tujuannya, memastikan bahwa air yang akan dikonsumsi aman dan mengevaluasi keefektifan sistem pengolahan. “Dalam konteks ini, LIPI saat ini memiliki metrologi fisika dan metrologi kimia sebagai upaya menguji kualitas air,” jelasnya.
 
Bambang katakan, bila di masa datang kualitas air di Indonesia sudah memenuhi standar internasional, maka kualitasnya akan setara dengan negara-negara maju. “Misalnya saja di Jepang, kualitas airnya bagus, air yang keluar dari kran sudah tidak perlu dimasak lagi sudah bisa dikonsumsi,” tuturnya.


 
Senada, Kepala Pusat Penelitian Metrologi LIPI, Mego Pinandito mengimbuhkan, pihaknya melihat kualitas air Indonesia akan meningkat bila memiliki keseragaman hasil uji. Namun kenyataannya sekarang hasil pengukuran kualitas air masih berbeda-beda. “Masyarakat harus sadar dan jeli dengan kondisi tersebut,” sambungnya.
 
Untuk mengatasi persoalan itu, Mego mengharapkan agar setiap laboratorium uji di seluruh Indonesia terkait air bisa memiliki keseragaman hasil dan mengacu standar internasional yang ada di LIPI sekarang. “Dengan begitu, maka negeri ini bisa secara perlahan memenuhi target Sustainable Development Goals terkait air bersih dan sanitasi layak di 2030," pungkasnya.
 
Sebagai informasi, pembahasan mengenai kualitas air bersih sendiri menjadi topik utama dalam kegiatan Simposium Internasional, Workshop dan Focus Group Meeting “Quality Water for Quality Life” yang berlangsung selama dua hari pada 19-20 September 2017.
 
Kegiatan itu dihadiri oleh tujuh negara delegasi APMP yakni Korea Selatan, Singapura, Tiongkok, Malaysia, Filipina, Bangladesh, dan Indonesia. Selain itu, ada para pemangku kepentingan lainnya yang berasal dari 90 laboratorium penguji, dan instansi pemerintah yang terkait di seluruh Indonesia.
 
Khusus bagi simposium internasional, kegiatan tersebut menghadirkan pembicara, antara lain Ulrich Borchers (perwakilan Physikalisch-Technische Bundesanstalt (PTB), Jerman), Ma Liandi (Ketua Technical Committee for Amount of Substance (TCQM) di APMP), perwakilan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dan para pakar dari LIPI. Adapun topik yang dibahas dalam simposium berupa sharing knowledge mengenai pengelolaan air bersih di Jerman, peran metrologi dalam air bersih, permasalahan yang dihadapi Indonesia terkait air bersih, dan kontribusi LIPI dalam penyediaan air bersih. (pwd)

Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Dr. Mego Pinandito M.Eng.