Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan, LIPI Rekomendasikan Pendekatan Holistik dan Kolaboratif

 
 


Jakarta, Humas LIPI. Kompleksitas persoalan kemiskinan nelayan atau penduduk yang tinggal di pesisir menjadi pekerjaan rumah untuk pemerintah yang harus diselesaikan. Apalagi bila melihat data Badan Pusat Statistik (BPS) 2016, masyarakat nelayan berkontribusi sekitar 26 persen atau 7,87 juta jumlah penduduk miskin di Indonesia.
 
Berkaca dari data ini, artinya bahwa tingkat ekonomi dari mayoritas nelayan masih belum membaik. Oleh karena itu, upaya meningkatkan kesejahteraan nelayan menjadi kebutuhan yang mendesak. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) merekomendasikan agar pengentasan kemiskinan nelayan harus menggunakan pendekatan berbeda dari sebelumnya, yakni pendekatan yang holistik dan kolaboratif harus dilakukan.
 
Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK) LIPI, Tri Nuke Pudjiastuti, mengatakan bahwa kompleksitas persoalan kemiskinan nelayan tersebar hampir di seluruh desa-desa nelayan di Indonesia. “Dengan pendekatan holistik dan kolaboratif, diharapkan implementasinya mampu mengangkat taraf hidup nelayan,” kata Tri Nuke dalam Lokakarya Penelitian Nelayan “Peningkatan Kesejahteraan Nelayan dengan Pendekatan Holistik dan Kolaboratif” di LIPI Pusat Jakarta, Jumat (2/3/2018).
 
Tri Nuke melanjutkan bahwa implementasi pendekatan holistik dan kolaboratif dari kajian LIPI akan diujicobakan di lima lokasi berbeda. Kelima lokasi tersebut diharapkan dapat merepresentasikan konteks yang berbeda pula. “Kelima lokasi ini adalah Langkat (Sumatera Utara), Tulang Bawang (Lampung), Demak (Jawa Tengah), Lombok Timur (Nusa Tenggara Barat), dan Selayar (Sulawesi Selatan),” sebutnya.



Uji coba pendekatan holistik dan kolaboratif ini merupakan bagian dari upaya mendukung program Nawacita ke-3, yakni membangun Indonesia dari pinggiran. Juga, program Nawacita ke-6 dan ke-7, yaitu meningkatkan produktivitas rakyat dan kemandirian ekonomi. Selain itu, uji coba itu juga sebagai implementasi kebijakan kelautan Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan.
 
Kegiatan uji coba hasil kajian ini menunjukkan bahwa setiap kegiatan penelitian berupaya menjawab persoalan bangsa dan tidak hanya berhenti pada tingkat akademis saja. Hasil kajian pendekatan holistik dan kolaboratif untuk peningkatan kesejahteraan nelayan itu merupakan salah satu kegiatan unggulan LIPI dan prioritas nasional.
 
Dedi S Adhuri, peneliti Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan LIPI, menambahkan bahwa implementasi pendekatan holistik dan kolaboratif akan menghasilkan suatu embrio model kebijakan praktis untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan. “Ke depan, bila implementasi berjalan dengan baik, bukan tidak mungkin bisa diterapkan ke wilayah lainnya,” pungkasnya. (dnh/ed: pwd,dig)



 
Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Dr. Tri Nuke Pudjiastuti M.A.