​Wujudkan Reformasi Birokrasi, LIPI Lakukan Penataan SDM Jabatan Fungsional

 
 
Jakarta, Humas LIPI. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) terus berupaya melakukan pembenahan birokrasi sebagai komitmen untuk menwujudkan Reformasi Birokrasi yang diinisiasi oleh Presiden Joko Widodo. LIPI saat ini telah melakukan penyederhaan birokrasi yang meliputi deeselonisasi dan pengalihan ke jabatan fungsional, perampingan unit kerja, sentralisasi layanan, pengelolaan anggaran terpusat, pengelolaan infrastruktur terpusat dan dibuka untuk publik, serta kerja sama atas SDM dan infrastruktur. “Kita ingin, LIPI menjadi semakin dinamis, cepat, penuh integritas dan berdedikasi tinggi, itu yang paling penting,” tutur Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko, Jumat (20/11) di Jakarta.

“Dalam perubahan besar proses bisnis ini, LIPI telah menjadi benchmark di banyak kementerian dan lembaga. Terimakasih atas kerja kerasnya,” urai Handoko. Ia menyampaikan apresiasinya atas kinerja SDM Pendukung Iptek LIPI yang telah bekerja keras dengan cepat demi terwujudnya Reformasi Birokrasi di lingkungan LIPI.

Handoko menyatakan bahwa perubahan pola struktural ini juga bertujuan untuk meningkatkan mobilitas SDM. “Kita ingin manajemen iptek dikelola dan diisi oleh teman teman terbaik dari SDM Manajemen Iptek,” ujarnya. Dirinya menambahkan bahwa segala perubahan ini telah mampu mendorong peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM LIPI. “Dengan itu, saya ajak untuk terus belajar, berdiskusi dan mengkritisi dan terus memperbaiki proses bisnis,” kata Handoko.

Struktur penataan dan pelaksanaan tugas SDM di LIPI diarahkan agar berbasis kelompok jabatan fungsional. Kepala Biro Organisasi dan Sumber Daya Manusia (BOSDM), Heru Santoso. menyatakan bahwa LIPI telah mengantongi persetujuan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (KEMENPAN/RB) tentang penyederhanaan struktur jabatan yang tertuang dalam MENPANRB No. B/135/M.SM.02.00/2020 dan B/186/M.SM.02.00/2020 tentang Penyetaraan Jabatan Administrasi ke dalam Jabatan Fungsional. “Tinggal menunggu semoga segera terbit,” ujar Heru.

Heru menambahkan struktur baru ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja sehingga lebih ramping, efektif dan efisien. “Semua berada di kelompok jabatan fungsional,” jelas Heru. “Niatnya supaya lebih efektif efisien, supaya terjadi percepatan penanganan urusan,” imbuhnya.  

Heru menerangkan bahwa dalam struktur penataan SDM yang baru, tugas dan fungsi layanan di lingkungan kerja LIPI akan dilaksanakan oleh ASN dalam Kelompok Jabatan Fungsional. Konsep ini memperpendek tingkat birokrasi menjadi dua jenjang saja, yaitu koordinator dan subkoordinator. “Diisi oeh kelompok jabatan fungsional di mana semua jabatan fungsional sudah memiliki kompetensi yg sama, sehinggga setiap orang mengertitugas dan  fungsi kerjanya masing-masing,” terang Heru. 

Dirinya memaparkan bahwa dalam konsep ini setiap pegawai memiliki tanggung jawab pada pelaksanaan fungsi tertentu, namun dapat terlibat pada pelaksanaan fungsi lain apabila diperlukan. Melalui penaataan ini, peluang pengembangan kompetensi ASN serta perolehan Angka Kredit yang menjadi tolak ukur penilaian capaian kinerja ASN akan semakin terbuka lebar. “Model kerja ini akan fleksibel memberi peluang untuk memperoleh AK (Angka Kredit) dan meningkatkan kompetensi,” ucap Heru.

Sehubungan dengan segala perubahan penataan SDM dalam rangka menuju Reformasi Birokrasi ini, Sekretaris Utama LIPI, Nur Tri Aries Suestiningtyas, menegaskan agar kinerja tugas dan fungsi dapat tetap terlaksana dengan baik dan optimal. Nur mengajak agar seluruh sivitas LIPI dapat terus proaktif dan adaptif di tengah dinamisnya berbagai perubahan yang terjadi.  “Saya harap di transisi ini, layanannya jangan sampai terganggu, Kita harus jadi organisasi yang adaptif,” tuturnya. (iz/ ed. mk)

Sivitas Terkait : Dr. Laksana Tri Handoko M.Sc.
Diakses : 355