Anggrek Kantong Mulai Masuk Kategori Langka

 
 

PASURUAN, KOMPAS.com - Anggrek Kantong (Paphiopedillum glaucophyllum) kini mulai langka di kawasan Gunung Semeru bagian selatan, yang merupakan kawasan endemik anggrek alam khas Jawa Timur ini.

Tarmuji, Bagian Pengawas Koleksi Anggrek Kebun Raya Purwodadi Kabupaten Pasuruan, Senin (22/6), menjelaskan, anggrek kantong kini mulai langka di kawasan Gunung Semeru bagian selatan, yang merupakan kawasan endemik anggrek alam khas Jawa Timur ini.

Ia menuturkan, anggrek-anggrek alam tersebut kini hanya bisa ditemui di tebing-tebing tinggi, yang sulit dijangkau para pemburu anggrek yang kurang bertanggung jawab.

Anggrek Kantong diburu para pecinta, karena bentuknya yang unik menyerupai kantong semar, atau seperti slop/alas kaki wanita. Anggrek Kantong sangat mudah diambil para pemburu, karena merupakan anggrek yang tumbuh di permukaan tanah.

Menurut dia, anggrek Kantong hanya ada yang hampir menyerupai, yakni angrek varietas mouquetianum, yang merupakan endemik dari daerah Jawa Barat.

Tarmuji yang telah berkecimpung dalam budidaya anggrek alam sekitar 33 tahun ini menyatakan, untuk melestarikan anggrek alam yang mulai langka ini, Kebun Raya Purwodadi melakukan budidaya perbanyakan secara alam.

Kebun raya hanya melakukan koservasi dan perbanyakan terhadap semua jenis tanaman secara alami tanpa rekayasa genetika sebagai seumber plasma nutfah.

Kebun Raya Purwodadi kini mempunyai koleksi anggrek alam sebanyak 512 jenis, 10 jenis di antaranya endemik Jawa Timur.

BNJ (22 Juni 2009 | 16:12 WIB)
Sumber: Ant

Diakses : 919