Badan Litbang Pertanian Kukuhkan Tiga Profesor Riset Baru di Bulan Penuh Berkah

 
 

Bulan Ramadhan tak menyurutkan Badan Litbang Pertanian untuk melaksanakan pengukuhan profesor riset. Kali ini yang dikukuhkan sebagai profesor riset adalah Dr. Subiyakto, M.P.; Dr. Muhammad Arifin, M.S.; dan Dr. Ir. Deciyanto Soetopo, M.S., ketiganya dalam bidang Entomologi (Hama dan Penyakit Tanaman). Pengukuhan yang dilaksanakan pada 6 September 2010 ini dipimpin oleh Kepala LIPI yang baru Prof. Dr. Lukman Hakim, selaku Ketua Majelis Pengukuhan Profesor Riset, dan dihadiri pula oleh Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. S. Gatot Irianto, Sekretaris Badan Dr. Haryono, dan eselon II lainnya.

Dalam sambutannya, Kepala Badan Litbang Pertanian (Kabadan) menyatakan bahwa pelaksanaan orasi kali ini memberikan makna yang berganda. Kita dianjurkan untuk banyak-banyak melakukan hal-hal yang baik dan bermanfaat selama bulan suci Ramadhan ini, ujarnya.

Kabadan meminta kepada Prof. Subiyakto agar membuktikan bahwa teknologi pengendalian hama yang disampaikan dalam orasinya tersebut secara faktual dapat mengurangi penggunaan pestisida kimia, tetapi mampu mengendalikan hama kapas tersebut. Sementara itu Prof. M. Arifin diminta untuk terus mengembangkan dan mengintegrasikan teknologi bioinsektisida SlNPV (Spodoptera litura nuclear-polyhidrosis virus) dalam mendukung program khusus guna pencapaian swasembada kedelai.

Kepada Prof. Deciyanto S., Kabadan meminta agar terus mendorong Program Pengendalian Hama Terpadu pada tanaman lada, termasuk didalamnya Penggerek Batang Lada (PBL). Selain itu Prof. Deciyanto diminta pula untuk menggagas bagaimana caranya teknologi dan strategi yang dikemukakannya dapat diaplikasikan oleh petani, agar invensi yang ditemukan menjadi inovasi.

Dengan tambahan tiga prosefor riset tersebut, kini komunitas peneliti Badan Litbang Pertanian memiliki 80 profesor riset, dan menggenapkan professor riset di komunitas peneliti Indonesia menjadi 378 orang.

Orasi Prof. Riset

Dalam orasinya yang berjudul Inovasi Teknologi Pengendalian Hama Berbasis Ekologi Dalam Mendukung Pengembangan Kapas , Prof. Subiyakto, yang merupakan peneliti pada Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat (Balittas ), memaparkan peranan teknologi pengendalian hama kapas berbasis ekologi pada kapas tumpangsari kedelai. Dinyatakan bahwa inovasi teknologi pengendalian hama berbasis ekologi pada kapas dapat dilakukan dengan sistem tumpangsari dengan kedelai, perlakukan terhadap benih, budidaya tanpa olah tanah, penggunaan jerami padi sebagai mulsa, dan penggunaan pestisida nabati. Penerapan inovasi teknologi tersebut dapat mengurangi penggunaan insektisida kimia 57 persen, meningkatkan hasil kapas 21 persen dan kedelai 31 persen, serta pendapatan petani meningkat 57 persen.

Sementara itu, Prof. M. Arifin mengemukakan teknologi dan strategi pengendalian ulat grayak yang ditekankan pada upaya mengubah kondisi lingkungan agar tidak disukai ulat grayak, menggunakan varietas tahan ulat grayak, serta mengkombinasikan berbagai teknik pengendalian secara serasi. Hal tersebut dituangkannya dalam orasinya yang berjudul Bioinsektisida SlBPV Untuk Mengendalikan Ulat Grayak Mendukung Swasembada Kedelai . Prof. M. Arifin merupakan peneliti pada Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian (BB-Biogen).

Adapun Prof. Deciyanto S., peneliti pada Balittas, menyampaikan orasi yang berjudul Pengendalian Hama Penggerek Batang Lada Menghadapi Isu Pembatasan Residu Pestisida . Dalam orasinya tersebut, dikemukakan hasil penelitian tentang teknologi pengendalian PBL ditunjang dengan pengembangan aras keputusan untuk pengendalian PBL secara berkelanjutan. Prof. Deciyanto menyatakan bahwa bila pemerintah konsisten dengan kebijakan dalam pengendalian hama lada ramah lingkungan, maka akan dapat meningkatkan kepedulian petani lada terhadap lingkungan dan kesehatan konsumen, meningkatkan kepercayaan dunia terhadap produk lada Indonesia yang ber eco-label, serta menjaga brand image dan daya saing lada Indonesia di pasar dunia.

Badan Litbang Pertanian, 8 September 2010

Diakses : 946