Dana Penelitian Terbatas, LIPI Dorong Peneliti Manfaatkan Dana Hibah

 
 
Jakarta, Humas LIPI. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mendorong para sivitas penelitinya untuk memanfaatkan dana hibah penelitian, terutama di tengah keterbatasan anggaran yang dimiliki lembaga. “Saat ini telah banyak peluang pendanaan penelitian, seperti dari Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Dana Ilmu Pengetahuan Indonesia (DIPI), International Development Research Center (IDRC) dan yang lainnya,” ujar Sekretaris Utama LIPI, Siti Nuramaliati Prijono dalam kegiatan Sosialisasi IDRC Research Grant, di LIPI Pusat Jakarta pada Rabu (19/7).

Khusus dengan IDRC, Lili mengatakan bahwa pemerintah Indonesia telah memiliki kesepakatan sejak 1973. Sejak saat itu, LIPI berperan dalam memberikan rekomendasi kelayakan bagi organisasi atau instansi yang mengajukan pendanaan penelitian ke IDRC.
 
“Sayangnya, jumlah sivitas LIPI yang mendaftar dan mendapatkan pendanaan penelitian dari IDRC masih sangat sedikit,” tuturnya. Oleh karena itu, dirinya sangat mendorong sivitas LIPI untuk memanfaatkan pendanaan penelitian IDRC.
 
IDRC sendiri merupakan lembaga pemberi dana penelitian yang secara spesifik diselenggarakan di negara-negara berkembang dan bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan, memberantas kemiskinan, dan menggerakkan perubahan positif dalam skala besar. IDRC didirikan oleh parlemen Kanada pada 1970.



Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Muhammad Dimyati menuturkan, kehadiran IDRC sangat positif dan memberi peluang untuk menjalin kolaborasi penelitian antara peneliti Indonesia dengan peneliti asing. “Namun yang harus kita tegaskan kembali adalah kegiatan penelitian harus berorientasi pada peningkatan daya saing bangsa, bukan hanya sekedar penelitian,” jelasnya.
 
Berdasarkan Rencana Induk Riset Nasional (RIRN), Indonesia pada 2045 diharapkan semakin berdaya saing dan berdaulat dalam bidang ilmu dan teknologi. “Beberapa bidang riset yang menjadi bidang fokus dalam RIRN, yaitu pangan, energi, kesehatan, transportasi, produk rekayasa kekinian, pertahanan dan keamanan, kemaritiman, dan sosial humaniora,” ungkap Dimyati. Salah satu targetnya adalah meningkatkan kontribusi penelitian terhadap ekonomi nasional secara signifikan, imbuhnya.
 
Regional Director Asia IDRC, Anindya Chatterjee pada kesempatan yang sama menuturkan, IDRC sangat mendukung penelitian yang menangani isu pembangunan yang sifatnya genting, menawarkan solusi yang berkelanjutan, dan membangun pengetahuan. “Pada Strategic Plan 2015-2020 IDRC, disebutkan bahwa IDRC akan fokus pada bidang pertanian dan lingkungan, ekonomi inklusif, serta teknologi dan inovasi,” pungkasnya. (msa/ed: pwd)

 
Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Dr. Siti Nuramaliati Prijono
Diakses : 1418