Di Indonesia, Musim Kemarau Cenderung Makin Panjang

 
 

Musim kemarau memiliki kecenderungan semakin lama semakin panjang dan tak beraturan sementara musim hujan cenderung pendek namun dengan intensitas yang tinggi, kata Staf Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Paulus Agus Winarso.

"Kecenderungan itu sejak 1991 di mana mulai marak terjadi bencana kekeringan, kebakaran hutan bencana banjir dan tanah longsor, " kata Winarso dalam Seminar Banjir dan Kekeringan yang diselenggarakan LIPI di Jakarta, Selasa (28/10).

Dikatakan Agus, dua kondisi bencana ekstrem yang hampir terjadi setiap tahun sejak 1991 merupakan dampak lanjutan dari kondisi global yang menimpa kawasan regional dan lokal Indonesia. Ia mengatakan, perubahan iklim itu disebabkan oleh terjadinya pemanasan global sebagai proses alami akibat limbah gas buang ke udara yang membentuk efek gas rumah kaca dan kecenderungan penumpukan radiasi matahari yang dapat menembus langsung atmosfer bumi.

"Pada satu abad terakhir terjadi kenaikan suhu udara global 0,75 derajat Celcius, " katanya.

Perubahan iklim global bumi diperlihatkan dengan gejala alam global El Nino dan La Nina yang giat dan berpengaruh pada sistem iklim bumi secara global yang makin berubah-ubah dan beragam.

Untuk akhir tahun 2003, kata Agus, kondisi tersebut semakin tetap dengan kecenderungan meluas baik kekeringan dan banjir. Untuk awal 2004 kawasan belahan selatan wilayah Indonesia akan memiliki kecenderungan hujan meningkat dan berpeluang untuk banjir. Sedangkan, kekeringan memiliki peluang yang lebih rendah. (Ant/prim)

Sumber : Kompas (28 Oktober 2003)

Diakses : 4455