Gelar Coral Days 201, LIPI Ajak Siswa Sekolah Dasar Belajar tentang Terumbu Karang

 
 
Jakarta, Humas LIPI. Bertepatan dengan momentum Hari Terumbu Karang Internasional Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menggelar serangkaian kegiatan  edukasi pelestarian terumbu karang dalam Coral Days 2018. Bekerjasama dengan Sea World Indonesia, kegiatan bertajuk “Lautku Bersih, Terumbu Karangku Sehat” ini berlangsung pada Selasa (8/5) di Ancol. Jakarta diikuti 250 siswa yang berasal dari 13 Sekolah Dasar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu.



“Kami bekerja sama dengan Sea World mengajak anak-anak untuk peduli pada terumbu karang,” jelas Kepala Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, Dirhamsyah. Dirinya menjelaskan, LIPI melakukan program edukasi dalam rehabilitasi dan pengelolaan terumbu karang  pada anak-anak melalui serangkaian kegiatan seperti bersih-bersih Pantai Pulau Pari dari sampah plastik, lomba mewarnai untuk anak SD dan talkshow tentang lingkungan.

Dirhamsyah mengungkapkan, sebagian masyarakat masih belum sepenuhnya paham tentang terumbu karang. "Masih ada yang beranggapan bahwa karang itu jenis bebatuan padahal karang adalah mahluk hidup yang juga rumah dari berbagai jenis ikan," ungkapnya. Ia menerangkan, kegiatan bersih-bersih pantai di Pulau Pari merupakan salah satu aksi untuk mengajak masyarakat peduli terumbu karang. "Masih banyak orang yang suka membuang sampah sembarangan di laut. Padahal sampah khususnya sampah plastik sangat berbahaya kalau sampai dimakan ikan dan pastinya bisa merusak terumbu karang," ungkapnya.


Pusat Penelitian Oseanografi LIPI melalui program Inisiatif Segitiga Terumbu Karang atau Coral Triangle Innitiative menunjukkan 68 persen terumbu karang Indonesia dalam kondisi cukup dan jelek dengan tutupan karang kurang dari 50 persen. “Bahkan, hasil penelitian akhir menunjukkan terjadi penutupan area terumbu karang di beberapa wilayah perairan Indonesia, seperti Banten, Jakarta, Jepara, dan Cilacap yang termasuk kategori damage atau rusak,” ungkapnya. 

Salah satu faktor kematian karang, lanjut Dirhamsyah, adalah eutrofikasi atau kelebihan nutrient dalam perairan yang utamanya disebabkan oleh banyaknya sampah organik maupun anorganik yang dibuang ke laut.

Paul Tehusijarana, Direktur Utama PT. Taman Impian Jaya Ancol menjelaskan, pihaknya selalu berupaya untuk menyajikan wahana hiburan dan edukasi untuk anak. "Sea World Indonesia adalah salah satu wahana yang kami miliki dengan mengusung misi edutainment yakni wahana hiburan yang mengedukasi pengunjung untuk menyayangi biota laut,” jelasnya. Menurut Paul,  salah satu wujudnya adalah turut serta menjaga kelestarian terumbu karang melalui kerja sama dengan LIPI. (lyr/ed: fza, dig)

Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Dr. Dirhamsyah M.A.