Inilah Pesan Empat Peneliti Perempuan yang Beri Inspirasi Positif

 
 
Jakarta, Humas LIPI. Peran perempuan saat ini tidak dapat lagi dipandang sebelah mata. Bahkan, kiprah dan karir perempuan bisa dirasakan manfaatnya untuk masyarakat luas. Tak terkecuali bagi mereka yang berkiprah sebagai peneliti.
 
Kiprah peneliti perempuan di Indonesia tentu membawa peran signifikan bagi dunia iptek negeri ini. Mereka pun memiliki beragam pengalaman menarik yang bisa memberi inspirasi positif bagi masyarakat luas, khususnya para generasi muda perempuan yang tertarik menjadi peneliti. Bagaimana pesan mereka agar seseorang mampu menjadi peneliti perempuan yang handal?
 
Peneliti pertama yang bertutur adalah Neni Sintawardani. Dia adalah seorang peneliti dari Loka Penelitian Teknologi Bersih Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Untuk menjadi seorang peneliti, dia menekankan, seseorang harus pantang menyerah dalam menghadapi kesulitan dan jangan mengeluh tetapi mencari solusi dan segera beradaptasi.
 
“Hal terpenting yang harus dibangun perempuan Indonesia yakni pola pikir bahwa kita juga bisa maju sesuai keahlian yang dimiliki dan berani mengutarakan pendapat,” ujarnya. Pengalaman tersebut diperolehnya saat menempuh pendidikan Doktor di Jerman.
 
Lain halnya dengan Ratih Asmana Ningrum, Peneliti Bidang Bioteknologi Kesehatan di Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI. Peneliti perempuan kedua ini berkata bahwa menjadi peneliti tidak gampang. Mereka harus mengalami kegagalan. Dan, Ratih mengungkapkan kegagalan inilah yang membawanya meraih gelar Doktor dan berkarir menjadi peneliti.
 
“Saya percaya bahwa setiap kegagalan adalah tabungan untuk keberhasilan di masa depan,” terangnya. Dalam karirnya sebagai peneliti, Ratih berhasil memperoleh penghargaan program National Fellowship Loreal UNESCO for Women in Sciences 2013 dengan kategori Life Sciences.
 
Peneliti perempuan ketiga yang membagikan pesannya adalah Yenny Meliana, Peneliti Pusat Penelitian Kimia LIPI. Dikatakannya, hambatan sempat dirasakan saat menempuh pendidikan Doktor di Taiwan. Perannya sebagai ibu yang sedang mengandung tidak menghalanginya untuk melakukan praktikum di laboratorium dan berhasil meraih gelar Doktor. “Kebahagiaan adalah saat hasil penelitian bisa bermanfaat untuk keluarga dan masyarakat luas,” ungkapnya.
 
Berkat kegigihannya dalam penelitian, ia berhasil memperoleh penghargaan di bidang ilmu sains, teknologi dan matematika dari L’Oréal – UNESCO for Women In Sciences National Fellowship Awards for Woman 2016.
 
Sedangkan Evy Ayu Arida, Peneliti Bidang Zoologi Pusat Penelitian Biologi LIPI adalah peneliti perempuan keempat yang mengutarakan pesannya. Dia mengatakan, meski penelitian yang digelutinya tidak berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, namun ia berharap hasil penelitiannya bisa bermanfaat untuk edukasi masyarakat dan konservasi binatang melata.
 
“Saya ingin memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa binatang melata bukan binatang jahat, tetapi makhluk hidup yang harus dilindungi juga,” ungkapnya. Evy menuturkan, inilah tantangan sebagai peneliti perempuan, melakukan penelitian terkait hewan melata yang jarang diminati oleh peneliti perempuan.
 
Beragam pesan dari keempat peneliti perempuan Indonesia ini  pun terungkap saat berbicara dalam Diskusi Publik: Hari Perempuan Sedunia 2017 dengan tema “Peneliti Perempuan untuk Perubahan” pada Rabu (8/3) lalu di Media Center LIPI Jakarta.
 
Sebagai informasi kegiatan diskusi tersebut didukung oleh PT. L’Oreal Indonesia dan dihadiri oleh Ovidia Nomia selaku Corporate Communication Manager PT. L’Oreal Indonesia. “PT. L’Oreal Indonesia juga mendukung perkembangan peneliti perempuan di Indonesia salah satunya dengan program kami, For Women In Science,” pungkas Nomia. (lyr/ed: pwd)

Sumber : Biro Kerja sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Mila Kencana S.IP., M.A.