Kondisi Terkini Ekosistem Pesisir Indonesia

 
 

Jakarta, Humas LIPI. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Oseanografi – Coremap CTI merilis data terkini terkait status ekosistem perairan meliputi padang lamun, terumbu karang, dan mangrove di Indonesia pada Senin (30/6).  “Menurut data penelitian tahun 2018-2019, status padang lamun di perairan Indonesia masih dikategorikan kurang sehat atau moderat,” jelas Plt. Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian LIPI, Agus Haryono pada Selasa (30/6).

 Untuk terumbu karang sendiri masih berada dalam kategori medium dengan tingkat biomasa tergolong rendah.  “Begitu pula dengan hutan bakau yang rata-rata saat ini masih dikategorikan sedang berdasar Vegetation Health Index,” terangnya.

Agus menjelaskan, penyampaian informasi terkait status ekosistem pesisir Indonesia ini merupakan tanggung jawab LIPI sebagai Walidata Terumbu Karang dan Padang Lamun dan diharapkan dapat digunakan oleh berbagai pihak dalam menyusun kebijakan pengelolaan dan konservasi sumber daya laut.  “Pemantauan terhadap ekosistem harus terus dilakukan supaya data terkait tren kondisi dari tiga ekosistem tersebut dapat dimonitor dengan metode ilmiah,” ungkapnya.

Hasil pemantauan
Berdasarkan data 2019 dari 1153 lokasi terumbu karang, ada sekitar 390 terumbu karang (33,82%) masuk kategori buruk, 431 terumbu karang (37,38%) masuk kategori sedang, 258 terumbu karang (22,38%) masuk kategori baik dan 74 terumbu karang (6,42%) masuk kategori sangat baik.

Program pemantauan padang lamun pada tahun 2018-2019  menyimpulkan bahwa padang lamun di Indonesia umumnya memiliki komposisi multispesies, dengan tujuh hingga sembilan spesies lamun dan memiliki kelimpahan yang relatif sedang dengan tutupan anatar 30-40 persen. Selain itu, hasil pemantauan juga menemukan bahwa padang lamun di bagian timur Indonesia umumnya lebih tinggi dalam persen tutupan dan kekayaan spesies daripada padang lamun di bagian barat Indonesia.

Sedangkan untuk ekosistem mangrove hasil pemantauan hutan bakau selama 2015-2019 menunjukkan bahwa hutan bakau Indonesia. Ada sedikit peningkatan pada rata-rata cakupan kanopinya. Daerah barat menunjukan tingkat kerapatan tinggi dengan dominasi spesies Rhizophora sp. Spesies ini memiliki tingkat toleransi kerapatan antarpohon yang cukup rapat.  

LIPI saat ini mengembangkan sebuah aplikasi berbasis android MACADA (Mangrove Collection and Analysis of Data) untuk mempermudah para peneliti dalam melakukan monitoring terhadap hutan bakau secara akurat. (wis/ed: fz)


Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Dr. Eng. Agus Haryono
Diakses : 1758