LIPI Dorong Pembangunan Kebun Raya Ketapang

 
 
Ketapang, Humas LIPI. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) belum lama ini menyepakati kerja sama di bidang penelitian, pengembangan, dan pemanfaatan iptek dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ketapang, Kalimantan Barat. Bersamaan dengan kesepakatan kerja sama ini, LIPI pun mendorong Pemkab Ketapang untuk membangun kebun raya di wilayah tersebut.

Bambang Subiyanto, Pelaksana Tugas Kepala LIPI mengharapkan, kebun raya ke-33 bisa dibangun di Kabupaten Ketapang. “Pembangunan kebun raya daerah di Ketapang akan memberi kemanfaatan sebagai tempat konservasi, penelitian, dan ekowisata. Dan, tentunya juga bisa menambah pendapatan daerah,” katanya di sela-sela Penandatanganan Kerja Sama antara LIPI dengan Pemkab Ketapang di Ketapang, Rabu (13/12).
 
Dia melanjutkan, pihak Pemkab Ketapang sebaiknya tidak perlu risau karena pembangunan kebun raya akan dilakukan secara kolaborasi antara pusat dan daerah. Kolaborasi ini, misalnya seperti LIPI akan membantu dalam penyediaan tenaga ahli dan pelatihan manajerial kebun raya. Lalu, ada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang membantu untuk pembangunan infrastrukturnya.
 
“LIPI pada pada dasarnya selain sebagai otoritas ilmiah juga diberi kewenangan oleh pemerintah untuk membina pembangunan kebun raya daerah di Indonesia,” jelas Bambang. Oleh karena itu, LIPI akan membantu sebaik mungkin bila rencana pembangunan Kebun Raya Ketapang terealisasi.
 
Bupati Ketapang, Martin Rantan, menyambut baik usulan pembangunan kebun raya di Ketapang. “Dengan sudah tidak adanya lagi Dinas Kehutanan, pengolalaan hutan kota Ketapang nyaris terbengkalai. Saya berharap hutan kota yang memiliki luas area sekitar 110 hektar itu dapat dijadikan cikal bakal dibangunnya Kebun Raya Ketapang,” ujarnya.


 
Untuk diketahui selain mendorong pembangunan kebun raya, kerja sama antara LIPI dengan Pemkab Ketapang juga meliputi beberapa lingkup kesepakatan. Lingkup kesepakatan itu, antara lain penelitian, pengkajian, pengembangan, dan pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan yang meliputi hutan, sumber daya perairan, sumber daya mineral dan bahan galian, tumbuhan dan satwa serta mikroorganisme.
 
Lingkup yang lain mencakup peningkatan sumber daya manusia yang meliputi pengkajian kependudukan, ketenagakerjaan, pendidikan dan pelatihan. Ada pula pengkajian dan penerapan teknologi, yang mencakup bidang pertanian, kehutanan, peternakan, pangan, dan pengolahan. Aspek kerja sama lainnya adalah pengkajian dan pelaksanaan pengembangan wilayah terpadu yang meliputi pertanian, perhutanan, agro industri, permukiman, dan wilayah pembangunan lainnya. (adh/ed: pwd)
 
Sumber foto ilustrasi berita: http://pontianak.tribunnews.com/2017/08/01/destinasi-wisata-di-hutan-kota-ketapang

 
Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Prof.Dr.Ir. Bambang Subiyanto M.Agr.