LIPI Harapkan Partipasi di Pameran Gelar TTG Angkat Produk Penelitian LIPI

 
 
Palu, Humas LIPI. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Pengembangan Teknologi Tepat Guna (Pusbang TTG) Subang telah ikut berpartisipasi pada pameran Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) Nasional XIX Tahun 2017 yang berlangsung pada 25-30 September 2017 di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Dari partisipasi ini, LIPI mengharapkan mampu mengangkat produk-produk hasil penelitian, sehingga bisa diimplementasikan dan digunakan masyarakat luas.

Pada pameran tersebut, LIPI membawa beragam produk penelitian tepat guna. Lihat saja, produk yang dibawa dan ditampilkan, antara lain Biomix Pro (produk pakan ternak), Banana Flaxer (produk teknologi pengolahan pisang), Briket Tempurung Kelapa (produk energi), Virgin Coconut Oil (produk teknologi minyak kelapa), Pupuk Organik Hayati, Asap Cair (produk teknologi asap cair), Sabun Transparan, dan tepung Suweg Abon Ikan.
 
Tak hanya itu, ada pula beragam poster dan prototipe terkait hasil-hasil riset LIPI seperti Ekstruder (alat pembuat) Mie Non Gandum, alat pembuat Asap Cair, alat pembuatan produk tepung pisang matang, jagung, umbi-umbian, serta lainnya. Pada kesempatan ini, LIPI juga menyerahkan dua alat hasil penelitian yakni alat Ekstruder Mie Non Gandum ke Badan Penelitian Pengembangan dan Inovasi Daerah Kota Palu dan Alat Asap Cair diberikan kepada Dinas Pengembangan Masyarakat Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.
 
Kepala Pusbang TTG LIPI, Yoyon Ahmudiarto mengatakan, keikutsertaan dalam Gelar TTG ini adalah bentuk komitmen untuk mengembangkan teknologi tepat guna supaya bermanfaat bagi masyarakat. “Kami pun menyerahkan alat hasil penelitian agar masyarakat dapat langsung menggunakannya,” sambungnya.
 
Penyerahan alat hasil penelitian merupakan salah satu bentuk realisasi kerjasama antara LIPI dengan Provinsi Sulawesi Tengah. “Penyerahan alat tersebut adalah prakarsa LIPI untuk dikembangkan di Taman Tekno Sulawesi Tengah,” tutur Yoyon.
 
Sementara itu, terkait pameran Gelar TTG, kegiatan ini diikuti sekitar 10.000 peserta dari berbagai instansi, baik Kementerian/Lembaga, Pemerintah Kabupaten dan Kota, dan pihak terkait lain dari seluruh Indonesia. Pameran dilaksanakan di dua lokasi yakni Sirkuit Panggona ex STQ Kota Palu dan Parigi Moutong ex Sail Tomini. Pameran ini dibuka secara resmi oleh Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Desa dan PDTT) RI pada Rabu (27/9).
 
Dalam sambutan pembukaan pameran, Menteri Desa dan PDTT Eko Putro Sandjojo mengungkapkan, teknologi tepat guna (TTG) merupakan salah satu cara atau pendekatan yang ampuh dalam upaya mendorong percepatan untuk mewujudkan kemandirian masyarakat desa. “Kita berharap sentuhan TTG mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas perekonomian di pedesaan," tuturnya.
 
Eko menyebutkan, TTG tidak harus alat atau mesin, melainkan juga dapat berupa teknologi proses atau produk yang dapat menghasilkan nilai tambah dari aspek ekonomi dan aspek lingkungan. Terpenting, sentuhan teknologi dapat mengangkat kesejahteraan masyarakat desa, tutupnya. (sob/ed: pwd)

 




 
Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Dr. Ir. Yoyon Ahmudiarto M.Sc.IPM.