LIPI Harus Konsisten Kawal Kerja Sama Iptek dengan Pihak Asing

 
 
Jakarta, Humas LIPI. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) selaku lembaga penelitian  yang memiliki banyak kerja sama bidang iptek, khususnya dengan pihak asing, perlu mengawalnya agar sesuai dengan aturan. Apalagi bila kerja sama ini terkait dengan bidang keanekaragaman hayati, dimana Indonesia merupakan salah satu mega biodiversitas di dunia.
 
“Kerja sama iptek dengan pihak luar jangan sampai Indonesia tidak mendapatkan manfaat atau malah rugi. Apalagi terkait dengan kerja sama di bidang keanekaragaman hayati, LIPI harus menjadi garda depan untuk mengawal agar sesuai dengan aturan,” tutur Siti Nuramaliati Prijono, Sekretaris Utama LIPI sekaligus peneliti senior dalam kegiatan Workshop Monitoring dan Evaluasi Kerja Sama Luar Negeri LIPI di Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (22/12).  
 
Siti katakan, Indonesia merupakan negara mega biodiversitas yang menarik bagi banyak mitra. Ditambah lagi, keanekaragaman hayati tidak masuk dalam Rencana Induk Riset Nasional (RIRN), maka potensi kerja sama yang melebar dari arah semula tentu ada dan itu perlu dikontrol.
 
Untuk itu, pemerintah dan LIPI perlu mengetahui isu utama dan prioritas kerja sama iptek dalam konteks global. Lalu, perlu pula memerhatikan inisiasi kerja sama dengan mitra asing, karena setiap mitra memiliki kepentingan sendiri
 
Senada dengan Siti, Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati (IPH) LIPI, Enny Sudarmonowati menuturkan, LIPI menghadapi cukup banyak tantangan dalam kerja sama di bidang keanekaragaman hayati. “Seperti kelengkapan naskah, Mutual Transfer Agreement (MTA) harus sesuai agar Indonesia tidak merugi, koordinasi pihak-pihak yang terlibat dalam kerja sama tertentu, termasuk koordinasi dengan Biro Kerja Sama, Hukum dan Humas (BKHH) sebagai biro yang khusus menangani kerja sama di LIPI,” jelasnya.
 
Sementara itu, Kepala BKHH LIPI, Nur Tri Aries Suestiningtyas mengatakan, model kerja sama internasional saat ini telah bergeser dari kerja sama disiplin tunggal menjadi interdisipliner, multinasional, dan fokus pada tantangan bersama di tingkat regional dan global. “Kedepannya, LIPI perlu mencari bentuk model yang paling tepat dalam pelaksanaan kerja sama,” tuturnya.
 
Terkait kerja sama dengan mitra asing, Kepala Bagian Kerja Sama, Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik, Kemenristekdikti Tri Sundari menambahkan, banyaknya tawaran kerja sama perlu untuk difilter dan dikawal dengan prosedur yang ada. “Perlu pengaturan khususnya Intelectual Property Right (IPR) dan hasil penelitian, pengawalan perijinan peneliti asing, serta pelaporan hasil penelitian peneliti asing di Indonesia,” pungkasnya. (msa/ed: pwd)
 
Sumber foto ilustrasi berita: http://sinarharapan.net/2016/11/kerjasama-internasional-diharapkan-tingkatkan-jumlah-paten/

 
Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Rr Nur Tri Aries Suestiningtyas S.IP., M.A.
Diakses : 1372