LIPI Lakukan Uji Profisiensi untuk Evaluasi Kinerja Laboratorium Uji

 
 
Serpong, Humas LIPI. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Metrologi melaksanakan uji profisiensi untuk mengevaluasi kinerja laboratorium uji dari berbagai wilayah di Indonesia. “Uji profisiensi ini sangat penting untuk mendapatkan akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN),” ujar Ghufron Zaid, peneliti Pusat Penelitian Metrologi LIPI pada kegiatan Uji Profisiensi di Kawasan Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan, Banten pada Rabu (27/7).
 
Bagi laboratorium peserta, uji profisiensi merupakan quality control eksternal dengan memberikan jaminan mutu pada hasil pengujian. Evaluasi ini membantu laboratorium untuk mendeteksi adanya penyimpangan dalam pengujian, baik metode, peralatan dan pelaksanaan pengujian, serta menemukan penyebab dan cara perbaikannya. “Ini tentu sangat membantu untuk meningkatkan kepercayaan konsumen,” tutur Ghufron.
 
Untuk tahun ini, uji profisiensi dilakukan untuk dua bahan uji, yaitu Air Bersih untuk Minum (ABM17) dan larutan Daya Hantar Listrik (DHL17). Sedangkan, kegiatan uji pada 2017 sendiri terdapat 94 laboratorium yang mengikuti uji profisiensi di mana 10 di antaranya adalah laboratorium penguji Myanmar. “Ini juga sebagai bahan masukan bagi KAN untuk memantau kinerja dan kompetensi teknis laboratorium,” sambungnya.
 
Ghufron katakan, program uji profisiensi ini merupakan upaya untuk mendiseminasikan nilai benar dan tertelusur (metrologicaly traceable value), dan akan digunakan nilai acuan (reference value) untuk menilai akurasi hasil uji laboratorium peserta. Standar yang digunakan tertelusur di Bureau International des Poids et Mesures (BIPM) sebagai organisasi yang memelihara Satuan Internasional (SI).



Jadi, setiap laboratorium uji yang lolos uji profisiensi, maka bisa melakukan pengujian untuk berbagai produk seperti untuk kebutuhan ekspor. Bagi setiap produk yang sudah lulus uji tersebut, maka tidak perlu lagi diuji di negara tujuan ekspor.
 
Sementara itu terkait peranan uji profisiensi, Pusat Penelitian Metrologi sendiri melaksanakan fungsinya sebagai pengelola standar pengukuran tingkat tertinggi di Indonesia untuk tujuh lingkup metrologi fisik dan satu lingkup metrologi kimia. Satuan kerja LIPI ini telah terakreditasi oleh KAN sebagai laboratorium penyelenggara uji profisiensi. (msa/ed: pwd)

Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Dr. Ghufron Zaid M.Sc