LIPI Manfaatkan Tanaman Sorgum di Lahan Marjinal Sebagai Sumber Energi Terbarukan

 
 
Bogor, Humas LIPI. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)  dan Universitas Kyoto, Jepang melakukan penelitian untuk pengembangan teknologi untuk mengembalikan lahan marginal seperti padang alang-alang menjadi lahan produktif untuk tanaman Sorgum untuk produksi energi dan material terbarukan.

Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya LIPI, Didik Widyatmoko mengatakan, Sorgum dipilih karena mampu tumbuh cepat di lahan marginal dengan teknologi yang mampu meningkatkan produktivitas pada lahan alang-alang. "Lahan ini perlu diproduktifkan sehingga bisa ditanami Sorgum dan tanaman tumpang sari lainnya," katanya di sela-sela The 3rd Science and Technology Research Partnership for Sustainable Development(SATREPS) Conference di Gedung Konservasi Kebun Raya Bogor, Kamis (22/11).

Didik mengatakan, bahwa penelitian ini bertujuan menghasilkan biomassa besar dari revitalisasi lahan alang-alang yang luas di Indonesia. “Kandungan lignoselulosa pada Sorgum bisa untuk etanol sumber bahan bakar atau energi terbarukan. Bagian Sorgum lainnya seperti batang bisa untuk jus sorgum penghasil gula yang cocok untuk penderita diabetes,” ujar Didik.

Selain itu, kandungan lain dari Sorgum bisa digunakan sebagai lem alami dalam pembuatan partikel board. Sorgum ini multimanfaat. Dan sebagai energi terbarukan, tentu rendah emisi tidak seperti bahan bakar fosil. “Adapun tiga daerah yang memiliki kondisi tanah berbeda dan dapat ditanami sorgum itu yakni di Ecopark Cibinong milik LIPI di Cibinong Jawa Barat (Jabar), Kebun Raya Katingan, Kalimantan Tengah (Kalteng) dan di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT),” ungkap Didik.

Peneliti Pusat Penelitian Biologi LIPI, I Made Sudiana, menambahkan bahwa di Surabaya sudah ada perusahaan yang memproduksi pelet dari Sorgum dan diekspor ke Jepang dan Korea untuk dijadikan bahan bakar etanol atau energi terbarukan. “Di Jepang, pasokan listrik dari batubara mulai beralih ke Sorgum karena rendah emisi. "Kebutuhan mereka tinggi terhadap pelet Sorgum ini," tandasnya.

Dalam sejarahnya Sorgum adalah tanaman asal Afrika. Kemudian beradaptasi dan diintroduksi ke Indonesia dari mulai di Nusa Tenggara Timur seperti Rote, Flores dan Kupang. Kerja sama SATREPS ini dimulai tahun 2016 hingga tahun 2021. “Diperkirakan Indonesia memiliki luas padang alang-alang mencapai 10 juta hektar (ha). Keberadaanya dianggap sebagai lahan marginal yang memberikan sedikit manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (dnh,ed:dig)

Sumber : Biro Kerjasama, Hukum dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Prof. Dr. I Made Sudiana M.Sc.
Diakses : 475