Makam Bapak Ular Indonesia di Komplek Pemakaman Belanda Kebun Raya Bogor

 
 
Bogor, Humas LIPI. Kebun Raya Bogor yang dikelola oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) telah lama menjadi destinasi wisata edukasi yang menjadi ikon Kota Bogor. Kendati demikian, tidak banyak yang tahu bahwa ternyata di dalam kompleks seluas 87 ha ini terdapat makam seorang ahli ular berkebangsaan Jerman, Heinrich Boie. Makam tersebut berada di Komplek Pemakaman Belanda, Kebun Raya Bogor.

Selama ini, keberadaan makam ahli yang dijuluki Bapak Ular Indonesia tersebut ditandai batu nisan tua dengan lambang ular di atasnya. Sebagai bentuk penghormatan, Kebun Raya Bogor bekerja sama dengan Kedutaan Besar Jerman melakukan pengecatan dan pemasangan nisan Heinrich Boie di Komplek Pemakaman Belanda, Kebun Raya Bogor, pada Senin (20/1).

Cultural and Press Affairs Kedutaan Besar Republik Fedeeral Jerman, Marc Seamann mengatakan pihaknya cukup terkejut mengetahui seorang ilmuwan berkebangsaan Jerman yang merupakan tokoh ular kenamaan di Indonesia dimakamkan di Kebun Raya Bogor. “Kami berharap rekam jejak Heirich Boie selama melakukan kegiatan penelitian hewan reptilia, khususnya ular, dapat ditindaklanjuti melalui ekspedisi atau kegiatan penelitian bersama antara peneliti reptil dari Indonesia dan peneliti reptil dari Jerman,” ujarnya.

Peneliti reptil dari Pusat Penelitian Biologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Amir Hamidy mendukung pemugaran makam Heinrich Boie sebagai penghormatan atas dedikasi Boie dalam bidang penelitian binatang melata di Indonesia. “Saya banyak menggunakan penelitian Boie sebagai referensi, seperti tulisan saya tentang kobra jawa atau  Naja sputatrix. Ular tersebut dideskripsikan oleh beliau,” ujar Amir. Dirinya menjelaskan setidaknya ada 48 ular Indonesia yang sudah dideskripsikan oleh Heinrich Boie. (scy/ed: sr)

Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Dr. Amir Hamidy