Minat Bertani Generasi Muda Menurun, Indonesia Terancam Krisis Petani

 
 
(Jakarta Humas LIPI). Indonesia terancam krisis petani akibat proses regenerasi yang berjalan stagnan. Saat ini generasi muda di desa memilih pindah ke kota dan meninggalkan sektor pertanian, ujar Kepala Pusat Penelitian Kependudukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Dra. Haning Romdiati, M.A di Media Center LIPI, Jakarta pada Jum at (2/10) lalu.

Menurut Haning, para pemuda mengalami perubahan persepsi seiring arus modernisasi sehingga menjadi petani tidak lagi menjadi pilihan mereka. Padahal Indonesia membutuhkan petani-petani yang produktif untuk memaksimalkan produksi pangan, terutama karena Indonesia adalah negara agraris, jelasnya.

LIPI saat ini tengah melakukan riset melalui tim peneliti Program Unggulan, sub program Ketahanan Sosial, Ekonomi dan Budaya dari tahun 2015 hingga 2019 mendatang. Pada tahun pertama penelitian atau tahun ini, tim melakukan penelitian di tiga desa di wilayah eks Karesidenan Surakarta yakni Sragen, Klaten, dan Sukoharjo.

Hasil pengamatan sementara menunjukkan modernisasi berpengaruh terhadap mobilitas penduduk usia muda pedesaan melalu fenomena migrasi ke perkotaan yang menyebabkan ditinggalkan pertanian skala kecil di pedesaan, ujar Y.B Widodo, peneliti pada Puslit Kependudukan LIPI.

Menurut Widodo, pemuda sebagai generasi penerus tidak serta merta mewarisi keterampilan pertanian dari orang tua atau komunitas masyarakatnya. Terdapat perubahan pada keluarga, sekolah, sawah, aktivitas non pertanian yang justru mengasingkan mereka dari lingkungan tempat hidupnya, sambungnya.

Dirinya meminta pemerintah bersama-sama dengan swasta dan masyarakat perlu untuk menciptakan variasi lapangan pekerjaan yang sesuai dengan keterampilan pemuda di pedesaan. Selain itu, perlu adanya peninjauan kurikulum pendidikan dari tingkat sekolah dasar agar anak-anak, remaja, dan pemuda desa lebih kreatif dan tidak terasing dari lingkungan tempat hidupnya, jelas Widodo.

Dalam kesempatan yang sama, Herry Jogaswara, M.A, peneliti Pusat Penelitian Kependudukan LIPI menambahkan, krisis regenerasi petani harus menjadi perhatian yang serius. Berbeda dengan bencana yang terjadi tiba-tiba dan membawa dampak langsung, krisis regenerasi petani berjalan pelan-pelan namun membawa dampak yang besar namun hal sepenting ini sering kali tidak disadari, jelasnya. Herry menyatakan, harus ada insentif bagi anak-anak muda agar mereka tertarik untuk menjadi petani. (msa/ed: fza)
Sumber : Humas LIPI

Sivitas Terkait : Haning Romdiati

Diakses : 2818