Peluang Bagi Talenta Riset Terbaik untuk Bergabung Bersama BRIN

 
 
Jakarta, Humas LIPI. Dalam upaya memajukan riset dan inovasi di Indonesia serta mewujudkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang berdaya saing global, hadirnya talenta-talenta unggul bangsa sangat dibutuhkan. Oleh karena itu, BRIN membuka kesempatan seluas – luasnya bagi Diaspora dan Talenta Unggul untuk untuk berkarir sebagai CASN BRIN dan PPPK Tahun 2021.  Sekitar 325 formasi yang diperlukan antara lain terdiri dari 221 formasi CPNS dan 104 formasi CPPPK siap diisi oleh para anak bangsa lulusan S3 terbaik dari dalam maupun luar negeri.

Sehubungan dengan hal tersebut, Pusat Penelitian Teknologi Tepat Guna (P2TTG), Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam (BPTBA) dan Balai Pengembangan Instrumentasi (BPI) menyelenggarakan Webinar dengan tema “CASN BRIN 2021: Riset Inovasi Teknologi Pintar, Aplikatif dan Tepat Guna Menuju Indonesia 4.0”, yang diselenggarakan virtual pada Senin (19/07).

Deputi Bidang Jasa Ilmiah LIPI Dudi Hidayat dalam pembukaannya dan menegaskan perubahan ekosistem riset di Indonesia saat ini membuka peluang bagi para talenta riset baik yang berada di tanah air maupun di luar negeri untuk menjadi bagian masa depan riset di Indonesia.

“BRIN akan menjadi lembaga riset yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Upaya ini untuk peningkatan IPTEK berjalan lebih baik,” terangnya. Dudi juga menambahkan bahwa BRIN telah menetapkan tiga arah dan tujuh target untuk mendukung pilar pembangunan Indonesia 2045. “Kita berharap dunia riset kita akan berdampak nyata ke bangsa melalui penguatan ekonomi dan SDM”.

Tiga pembicara utama yang merupakan kepala satuan kerja di lingkungan LIPI secara bergantian memaparkan presentasinya terkait kegiatan, riset, dan fasilitas yang berada di masing-masing satuan kerja. Kepala P2TTG LIPI Pramono Nugroho berkesempatan menjadi pembicara pertama yang menyuguhkan potensi dan tantangan riset yang ada di P2TTG LIPI. Pramono menceritakan berbagai fase perkembangan P2TTG LIPI selama ini. Dari mulai riset dengan hasil produk/prototipe manual hingga otomotis menggunakan Internet of Things (IoT). “Hari ini P2TTG LIPI melakukan riset tidak hanya melengkapi kebutuhan masyarakat tetapi juga riset yang memang berlandaskan pemanfaatan IoT, precision engineering, ergonomics, dan research based,” tuturnya.

Pramono juga memberikan info terbaru pembangunan gedung dan 18 laboratorium baru di P2TTG LIPI, yang di antaranya adalah laboratorium ergonomis, laboratorium otomasi dan simulator, laboratorium repro, dan laboratorium pengolahan citra. Pramono sangat terbuka bagi semua peserta yang berkualifikasi untuk bergabung dengan P2TTG LIPI dan turut membangun Indonesia.

Hal senada dikatakan Kepala BPTBA LIPI Satriyo Krido Wahono. Berbasis di Yogyakarta, BPTBA LIPI sebagai salah satu satuan kerja yang fokus pada bidang pangan, mengajak para periset berkualifikasi untuk bergabung memperkokoh riset di bidang pengembangan pangan. BPTBA LIPI bahkan tidak hanya dikenal sebagai lembaga riset tetapi juga wisata edukasi yang telah termahsyur di Yogyakarta.

BPTBA LIPI akan bertransformasi menjadi Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan di bawah struktur BRIN kelak. Ada tujuh kelompok penelitian yang fokus pada pengembangan pangan, penyediaan bahan pangan berkualitas, dan pengolahan produk pangan. Infrastruktur riset kami lengkap dan terus dibangun sehingga jangan ragu untuk bergabung dengan kami di sini,” seru Satriyo.

Kepala Balai Pengembangan Instrumentasi (BPI) LIPI Anto Tri Sugiarto yang turut hadir secara singkat mengulas sejarah Balai Pengembangan Instrumentasi yang kelak akan berdiri dalam payung BRIN sebagai Pusat Riset Instrumentasi. “Dahulu hanya bertindak sebagai penyedia jasa layanan kalibrasi. Kinerja tersebut perlahan berubaha pada Tahun 2016 seiring dengan tuntutan keilmuan bidang instrumentasi dan industri yang semakin mengarah kepada pemanfaatan IoT. Ada 4 kelompok penelitian di BPI LIPI yang siap untuk terus berkembang,” ujarnya. BPI LIPI tidak hanya menjadi penyelenggara layanan tetapi kemudian mulai fokus pada riset-riset instrumentasi.

Terkait infrastruktur riset, pembangunan gedung Bandung Advanced Science and Creative Engineering Space (BASICS) yang saat ini tengah berlangsung diharapkan akan menjadi salah satu laboratorium termaju yang mendukung riset-riset di bidang instrumentasi. “BPI LIPI sendiri saat ini memiliki 40 pegawai IPTEK dimana baru ada 4 orang SDM IPTEK berkualifikasi S-3. Kami memang membutuhkan sekali dukungan sumber daya para periset handal yang muda dan bersemangat untuk meningkatkan performa BPI,” tutur Anto.

Seleksi CASN BRIN 2021 masih terus dibuka hingga 26 Juli 2021. Informasi lebih lanjut mengenai seleksi dapat diakses melalui casn.brin.lipi.go.id. (AS/ ed:iz)

Sivitas Terkait : Dr. Ir. Dudi Hidayat M.Sc.
Diakses : 500