Pemanfaatan Potensi Sumber Daya Alam Tsl Dan Mikroorganisme Di Era Revolusi Industri 4.0

 
 
Tangerang Selatan, Humas LIPI. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki keanekaragaman hayati yaitu tumbuhan dan satwa liar (TSL) serta mikroorganisme yang sangat beragam (mega diversity) yang mempunyai nilai potensial ekonomi dan strategis bagi ketahanan pangan, kesehatan, energi dan lingkungan sehingga harus dimanfaatkan secara optimal dan dijaga kelestariannya untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
 
Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Enny Sudarmonowati, menjelaskan bahwa dari perkembangan iptek hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber daya genetik yang berasal dari TSL dan mikroorganisme memegang peranan penting dalam menghasilkan produk-produk bernilai ekonomi tinggi, sehingga dapat menjadi unggulan Indonesia untuk menghasilkan paten yang mampu bersaing dengan negara-negara lain penghasil paten. “Kita semua tahu arus globalisasi sudah tidak terbendung masuk ke Indonesia. Disertai dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, dunia kini memasuki era revolusi industri 4.0, yakni menekankan pada pola digital economy, artificial intelligence, big data robotic dan lain sebagainya atau dikenal dengan fenomena disruptive innovation,” jelas Enny saat workshop “Pemanfaatan Potensi Sumber Daya Genetik TSL dan Mikroorganisme di Era Revolusi Industri 4.0” pada Sabtu (3/11) di ICE BSD.
 
Dihadapan peserta workshop dari kalangan industri, stakeholder, akademisi dan litbang lebih lanjut Enny sampaikan Indonesia harus siap dengan segala perubahan dan perkembangan iptek global. Indonesia harus menetapkan kebijakan dan membuat strategi pemanfaatan potensi sumber daya genetik. “Indonesia dapat mengambil peluang dan memanfaatkannya untuk meningkatkan daya saing dan kemandirian bangsa. Menjadi tugas kita bersama untuk mewujudkannya,” ungkap Enny.
 
Lebih lanjut Enny menjelaskan dari data yang ada menunjukkan saat ini potensi sumber daya genetik Indonesia lebih banyak dimanfaatkan oleh negara-negara lain khususnya inventor asing dalam menghasilkan invensi baru. Ini menjadi perhatian kita bersama dari seluruh komponen bangsa untuk bekerja sama, brkolaborasi melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
 
Untuk kepentingan lembaga penyimpanan mikroorganisme secara nasional, saat ini LIPI sebagai pemrakarsa telah selesai menyusun Rancangan Peraturan Presiden tentang Pengelolaan Mikroorganisme, dan sudah selesai di tahap harmonisasi. Lembaga penyimpan mikroorganisme LIPI (InaCC) ini nantinya diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai International Depository Authority untuk pengajuan paten di bidang mikroorganisme,tegas Enny.

Workshop kali ini dimaksudkan selain untuk memberikan pemahaman dan kesadaran kepada seluruh peserta termasuk pemangku kepentingan lainnya dalam pemanfaatan SDG Indonesia, juga diharapkan seluruh elemen terkait mampu bergerak bersama-sama melalui penetapan kebijakan dan strategi dalam pemanfaatan SDG di Indonesia, termasuk penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menuju kemandirian bangsa, pungkas Enny.(rdn)

Sumber : Biro Kerjasama, Hukum dan Humas

Sivitas Terkait : Prof. Dr. Enny Sudarmonowati
Diakses : 69